Crouch Bikin Pompey Cekot-cekot

Kompas.com - 25/06/2008, 06:20 WIB

LONDON, RABU - Portsmouth sangat menginginkan Pter Crouch. Bahkan, dia menjadi target utama dalam strategi transfer klub berjuluk Pompey tersebut. Sayangnya, harga yang dipatok Liverpool membuat Pompey cekot-cekot.

Portsmouth bukan tim besar yang mampu membeli pemain dengan harga tinggi. Ketika membeli Jermaine Defoe, harganya hanya 7,5 juta pounds (sekitar Rp137 miliar). Itupun Defoe sudah memecahkan rekor transfer di Portsmouth.

Sementara, Liverpool hanya akan melepaskan Crouch dengan nilai 9 juta pounds (sekitar 164,4 miliar). Itu jelas jauh dari jangkauan keuangan Pompey, meski sangat menginginkan striker jangkung tersebut. Di sisi lain, Liverpool juga ingin menjualnya.

"Saya serius ingin membawa Peter Crouch kembali ke Portsmouth. Kami terus berusaha menyelesaikan transfer dan Ketua Eksekutif Portsmouth, Peter Storrie, sedang berusaha keras agar keinginan ini terwujud. Tapi, harganya yang kami tak sanggup karena terlalu tinggi buat kami," jelas manajer Portsmouth, Harry Redknapp.

Menurutnya, Crouch akan sangat cocok bermain di Portsmouth dan pihaknya sangat berharap bisa memilikinya. Apalagi, musim depan Portsmouth juga akan bermain di Piala UEFA, setelah menjuarai Piala FA.

"Pada akhirnya, masalah harga yang membuat kami pusing. Rasanya, dia terlalu mahal buat kami. Crouch adalah pemain yang masuk daftar utama kami. Jika kami gagal membelinya dengan harga yang lebih murah, terpaksa kami akan mencari pemain lain," tegas Redknapp.

Crouch bergabung dengan Liverpool pada 2005, setelah sebelumnya bermain di Southampton. Crouch pernah membela Portsmouth pada musim 2001-02. (AP/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau