LONDON, RABU - Portsmouth sangat menginginkan Pter Crouch. Bahkan, dia menjadi target utama dalam strategi transfer klub berjuluk Pompey tersebut. Sayangnya, harga yang dipatok Liverpool membuat Pompey cekot-cekot.
Portsmouth bukan tim besar yang mampu membeli pemain dengan harga tinggi. Ketika membeli Jermaine Defoe, harganya hanya 7,5 juta pounds (sekitar Rp137 miliar). Itupun Defoe sudah memecahkan rekor transfer di Portsmouth.
Sementara, Liverpool hanya akan melepaskan Crouch dengan nilai 9 juta pounds (sekitar 164,4 miliar). Itu jelas jauh dari jangkauan keuangan Pompey, meski sangat menginginkan striker jangkung tersebut. Di sisi lain, Liverpool juga ingin menjualnya.
"Saya serius ingin membawa Peter Crouch kembali ke Portsmouth. Kami terus berusaha menyelesaikan transfer dan Ketua Eksekutif Portsmouth, Peter Storrie, sedang berusaha keras agar keinginan ini terwujud. Tapi, harganya yang kami tak sanggup karena terlalu tinggi buat kami," jelas manajer Portsmouth, Harry Redknapp.
Menurutnya, Crouch akan sangat cocok bermain di Portsmouth dan pihaknya sangat berharap bisa memilikinya. Apalagi, musim depan Portsmouth juga akan bermain di Piala UEFA, setelah menjuarai Piala FA.
"Pada akhirnya, masalah harga yang membuat kami pusing. Rasanya, dia terlalu mahal buat kami. Crouch adalah pemain yang masuk daftar utama kami. Jika kami gagal membelinya dengan harga yang lebih murah, terpaksa kami akan mencari pemain lain," tegas Redknapp.
Crouch bergabung dengan Liverpool pada 2005, setelah sebelumnya bermain di Southampton. Crouch pernah membela Portsmouth pada musim 2001-02. (AP/HPR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang