JAKARTA,RABU - Menjelang pengumuman suku bunga the Fed, Rupiah Rabu (26/5) sore stabil di kisaran Rp 9.250/9.255 per dollar AS, setelah sebelumnya sempat menembus ke bawah 9.250. Nilai tukar rupiah sempat mencapai Rp9.243/9.245 per dollar AS. "Keberhasilan rupiah menembus angka Rp 9.250 per dollar AS, setelah pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) yang banyak diminati investor asing," kata Pengamat Pasar Uang, Edwin Sinaga seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan, rupiah diperkirakan akan kembali menguat hingga mencapai angka Rp 9.235 per dolar AS, karena sentimen positif dari penawaran obligasi pemerintah masih cukup besar.
Selain itu Bank sentral AS (The Fed) pada pertemuan dua hari yang berencana menaikkan suku bunganya diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunganya, karena pertumbuhan ekonominya masih melesu. "Kami optimis suku bunga AS akan tetap stabil pada angka 2 persen," ujarnya.
Kenaikan rupiah yang berlanjut, menurut dia agak tertahan oleh melemah bursa regional akibat melemahnya bursa Wall Street, karena krisis keuangan yang masih terjadi di Amerika Serikat. "Selain itu, minat investor asing yang ingin menempatkan dananya di pasar domestik juga cukup kuat seperti India, Singapura dan Malaysia serta investor dari kawasan Timur Tengah," katanya.
Menurut dia, peluang rupiah untuk kembali naik kemungkinan besar terjadi, namun untuk bisa mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS agaknya cukup berat. "Rupiah kemungkinan agak berat untuk bisa mencapai level Rp 9.000 per dollar AS, meski investor asing terus meningkatkan investasinya di dalam negeri," katanya.
Investasi asing, lanjut dia di dalam negeri hanya berjangka pendek, mereka masih hati-hati untuk menempatkan dananya dalam jangka panjang. "Investasi asing dalam jangka panjang pada umumnya di sektor perbankan, ini pun jumlahnya tidak banyak," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang