BBM Bersubsidi Banyak Digunakan Industri

Kompas.com - 26/06/2008, 13:38 WIB

JAKARTA,KAMIS -  Realisasi BBM Bersubsidi sampai akhir Desember 2008 diperkirakan mencapai 12 persen di atas kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2008 yang ditetapkan sebebas 35,5 juta kilo liter (KL).Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono dengan Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Komisi VII, Kamis (26/8).

Ia mengatakan realisasi pendistribusian BBM Bersubsidi hingga Mei 2008 sekitar 16,3 juta kilo liter (KL). "Angka itu diperinci dengan realisasi untuk bensin premium sekitar 7,8 juta KL, minyak tanah sekitar 3,6 juta KL dan minya solar 4,8 juta KL," ujarnya.

Dengan pencapaian itu, dikatakan Tubagus, realisasi pendistribusian BBM bersubsidi hingga akhir Desember 2008 diperkirakan mencapai 40,193 juta KL. Tubagus mengatakan terkait realisasi tersebut, BPH Migas telah menekan penggunaan BBM Bersubsidi. "Tapi sayangnya, solar dan premium yang seharusnya digunakan untuk transportasi justru kebanyakan diperuntukkan untuk keperluan industri," ujarnya.

Ia menegaskan BPH Migas akan terus berupaya supaya realisasi distribusinya tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan Komisi VII. "Supplynya harus dibatasi dan demandnya juga harus ditata supaya pas dengan kuota yang ditetapkan," kata Tubagus. (C6-08)-

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau