JAKARTA,KAMIS - Realisasi BBM Bersubsidi sampai akhir Desember 2008 diperkirakan mencapai 12 persen di atas kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2008 yang ditetapkan sebebas 35,5 juta kilo liter (KL).Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono dengan Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Komisi VII, Kamis (26/8).
Ia mengatakan realisasi pendistribusian BBM Bersubsidi hingga Mei 2008 sekitar 16,3 juta kilo liter (KL). "Angka itu diperinci dengan realisasi untuk bensin premium sekitar 7,8 juta KL, minyak tanah sekitar 3,6 juta KL dan minya solar 4,8 juta KL," ujarnya.
Dengan pencapaian itu, dikatakan Tubagus, realisasi pendistribusian BBM bersubsidi hingga akhir Desember 2008 diperkirakan mencapai 40,193 juta KL. Tubagus mengatakan terkait realisasi tersebut, BPH Migas telah menekan penggunaan BBM Bersubsidi. "Tapi sayangnya, solar dan premium yang seharusnya digunakan untuk transportasi justru kebanyakan diperuntukkan untuk keperluan industri," ujarnya.
Ia menegaskan BPH Migas akan terus berupaya supaya realisasi distribusinya tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan Komisi VII. "Supplynya harus dibatasi dan demandnya juga harus ditata supaya pas dengan kuota yang ditetapkan," kata Tubagus. (C6-08)-
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang