NEW YORK, JUMAT - Rangkaian laporan negatif di bidang ekonomi diantaranya lonjakan harga minyak telah menjadi pemicu anjloknya nilai Dow Jones hingga hampir 360 poin atau terendah dalam hampir 2 tahun terakhir. Pasar juga khawatir terhadap isyarat baru keguncangan di industri finansial, teknologi tinggi serta otomotif.
Komentar miring analis menyeret nilai saham General Motors Corp. ke poin terendah dalam waktu lebih dari 3 dasawarsa. Untuk pertama kalinya, harga minyak dunia menembus 140 dolar AS per barrel setelah presiden OPEC memprediksi kemungkinan harga minyak dapat mencapai lebih 150 dolar AS per barrel tahun ini. Selain itu, Libya juga menyampaikan kemungkinan rencananya memotong produksi minyak.
Lonjakan harga minyak dunia menaikkan kemungkinan harga bensin, yang rata-rata meningkat 4 dolar AS per galon di AS beberapa pekan lalu, kembali melonjak. Kenaikan harga bahan bakar minyak ini telah berdampak ke lonjakan harga kebutuhan pokok dan sejumlah layanan lain di AS.
Indeks Dow Jones merosot 358,41 poin atau lebih dari 3 persen serta ditutup pada 11.453,42 atau angka penutupan terendah sejak 11 September 2006. Kalangan investor bergegas mengalihkan perhatian mereka ke investasi obligasi yang dinilai relatif aman saat nilai saham menemui keguncangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang