JAKARTA, JUMAT - Kerusakan sistem sinyal di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terjadi Kamis (26/6) dini hari hingga pagi ini belum rampung diselesaikan. Akibatnya, ribuan penumpang yang menggantungkan mobilitasnya pada sarana kereta api harus terganggu kenyamanannya karena Stasiun Tanah Abang nyaris tak bisa dilewati KA.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Humas Daop I PT KAI Achmad Sujadi yang dihubungi Kompas.com, Jumat, mengakui kondisi tersebut dan belum bisa memastikan kapan sistem persinyalan akan rampung diperbaiki. "Kami memohon maaf kepada seluruh penumpang karena memang ada gangguan, mohon bisa dimaklumi," kata Sujadi.
Ia mengatakan, sejumlah jalur kereta dari kawasan di sekitar Jakarta hanya akan sampai di stasiun-stasiun tertentu yang letaknya sebelum Stasiun Tanah Abang. Misalnya KA dari arah Bogor hanya akan sampai Stasiun Sudirman, bahkan untuk kondisi tertentu hanya sampai di Stasiun Manggarai. Sementara, KA dari Merak dan Serpong akan berakhir di stasiun Palmerah. Kemudian KA dari Bekasi juga sebagian besar tak akan masuk ke Stasiun Tanah Abang, sama halnya dengan KA dari Depok yang hanya sampai Stasiun Sudirman.
"Stasiun Tanah Abang merupakan sentral. Dalam kondisi biasa perubahan sinyal hanya dalam hitungan detik. Sekali pencet, tujuh detik kemudian semua sinyal berubah. Nah, dalam kondisi sekarang perubahan sinyal dilakukan manual sehingga membutuhkan waktu 20 menit. Bayangkan berapa panjang antrean jika satu kereta membutuhkan waktu 20 menit. Padahal trafik di stasiun ini 10 menit sekali," ungkapnya.
Sujadi mengatakan, waktu dari proses perbaikan tidak dapat dipastikan. Pasalnya, perbaikan sinyal menyangkut banyak aspek dan titik yang harus dirunut satu per satu. "Ini karena lingkungan. Seharusnya sistem persinyalan kita tak melewati kawasan gubuk-gubuk liar. Bisa saja karena permukiman, ada yang terbakar saat warga membakar sampah, atau yang lainnya. Seharusnya sistem ini terlindung dari hal-hal seperti ini. Jadi kami mohon maklum" terangnya lagi.
Sementara itu, berdasarkan kesaksian dari salah satu calon penumpang dari arah Bogor, Adam, hingga saat ini hanya kereta ke arah kota yang tersedia. Sementara KA ke arah Tanah Abang tak terlihat. "Jangankan masuk Tanah Abang, ke Sudirman aja enggak. Ya, mungkin Manggarai. Tapi kan banyak penumpang yang bekerja di Sudirman. Mungkin kesusahan ini juga dialami penumpang dari Depok, Bekasi, dan Serpong karena semua trayek lewat Tanah Abang," ungkap Adam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang