Sinyal di Tanah Abang Rusak, Penumpang KA Telantar

Kompas.com - 27/06/2008, 06:46 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kerusakan sistem sinyal di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terjadi Kamis (26/6) dini hari hingga pagi ini belum rampung diselesaikan. Akibatnya, ribuan penumpang yang menggantungkan mobilitasnya pada sarana kereta api harus terganggu kenyamanannya karena Stasiun Tanah Abang nyaris tak bisa dilewati KA.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Humas Daop I PT KAI Achmad Sujadi yang dihubungi Kompas.com, Jumat, mengakui kondisi tersebut dan belum bisa memastikan kapan sistem persinyalan akan rampung diperbaiki. "Kami memohon maaf kepada seluruh penumpang karena memang ada gangguan, mohon bisa dimaklumi," kata Sujadi.

Ia mengatakan, sejumlah jalur kereta dari kawasan di sekitar Jakarta hanya akan sampai di stasiun-stasiun tertentu yang letaknya sebelum Stasiun Tanah Abang. Misalnya KA dari arah Bogor hanya akan sampai Stasiun Sudirman, bahkan untuk kondisi tertentu hanya sampai di Stasiun Manggarai. Sementara, KA dari Merak dan Serpong akan berakhir di stasiun Palmerah. Kemudian KA dari Bekasi juga sebagian besar tak akan masuk ke Stasiun Tanah Abang, sama halnya dengan KA dari Depok yang hanya sampai Stasiun Sudirman.

"Stasiun Tanah Abang merupakan sentral. Dalam kondisi biasa perubahan sinyal hanya dalam hitungan detik. Sekali pencet, tujuh detik kemudian semua sinyal berubah. Nah, dalam kondisi sekarang perubahan sinyal dilakukan manual sehingga membutuhkan waktu 20 menit. Bayangkan berapa panjang antrean jika satu kereta membutuhkan waktu 20 menit. Padahal trafik di stasiun ini 10 menit sekali," ungkapnya.

Sujadi mengatakan, waktu dari proses perbaikan tidak dapat dipastikan. Pasalnya, perbaikan sinyal menyangkut banyak aspek dan titik yang harus dirunut satu per satu. "Ini karena lingkungan. Seharusnya sistem persinyalan kita tak melewati kawasan gubuk-gubuk liar. Bisa saja karena permukiman, ada yang terbakar saat warga membakar sampah, atau yang lainnya. Seharusnya sistem ini terlindung dari hal-hal seperti ini. Jadi kami mohon maklum" terangnya lagi.

Sementara itu, berdasarkan kesaksian dari salah satu calon penumpang dari arah Bogor, Adam, hingga saat ini hanya kereta ke arah kota yang tersedia. Sementara KA ke arah Tanah Abang tak terlihat. "Jangankan masuk Tanah Abang, ke Sudirman aja enggak. Ya, mungkin Manggarai. Tapi kan banyak penumpang yang bekerja di Sudirman. Mungkin kesusahan ini juga dialami penumpang dari Depok, Bekasi, dan Serpong karena semua trayek lewat Tanah Abang," ungkap Adam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau