Pesawat Mungkin Kelebihan Beban

Kompas.com - 27/06/2008, 17:47 WIB

JAKARTA, JUMAT - Penyebab jatuhnya pesawat CASA 212-100 (bukan 212-200 seperti berita sebelumnya), mungkin akibat kelebihan muatan. Demikian diungkapkan pengamat penerbangan Dudi Sudibyo, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (27/6).

"Sulit ya kalau ditanya apa penyebabnya. Cuaca bagus sehingga bukan faktor dominan. Bisa jadi masalah teknis," ujar Dudi.

Redaktur Senior Majalah Angkasa itu juga menyebut kemungkinan adanya faktor overload. "Pesawat seri 212-100 itu kan dibuat untuk 12 penumpang. Nah ini diisi 18 orang ditambah alat untuk pemetaan digital. Jadi mungkin kelebihan muatan."

"Menurut analisa saya, ini kemungkinan lho, bila salah satu mesinnya mati, titik imbangnya akan berubah karena muatan berlebih. Pasti ada yang berdiri," paparnya.

Sementara itu, sumber dari TNI AU menyebutkan bahwa pesawat milik Skuadron IV Lanud Abdurachman Saleh itu sudah dimodifikasi sehingga mampu mengangkut 18 orang. "Tempat duduknya kan diganti kanvas dan menghadap ke samping. Jadi bisa dimuati 18 orang. Ini bukan kelebihan muatan," ujarnya.

Faktor yang menyebabkan jatuhnya pesawat juga bukan usia pesawat. "Mungkin terjebak awan. Atau karena itu wilayah perbukitan, mungkin mengalami turbulensi karena angin sedang kencang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau