JAKARTA, JUMAT - Penyebab jatuhnya pesawat CASA 212-100 (bukan 212-200 seperti berita sebelumnya), mungkin akibat kelebihan muatan. Demikian diungkapkan pengamat penerbangan Dudi Sudibyo, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (27/6).
"Sulit ya kalau ditanya apa penyebabnya. Cuaca bagus sehingga bukan faktor dominan. Bisa jadi masalah teknis," ujar Dudi.
Redaktur Senior Majalah Angkasa itu juga menyebut kemungkinan adanya faktor overload. "Pesawat seri 212-100 itu kan dibuat untuk 12 penumpang. Nah ini diisi 18 orang ditambah alat untuk pemetaan digital. Jadi mungkin kelebihan muatan."
"Menurut analisa saya, ini kemungkinan lho, bila salah satu mesinnya mati, titik imbangnya akan berubah karena muatan berlebih. Pasti ada yang berdiri," paparnya.
Sementara itu, sumber dari TNI AU menyebutkan bahwa pesawat milik Skuadron IV Lanud Abdurachman Saleh itu sudah dimodifikasi sehingga mampu mengangkut 18 orang. "Tempat duduknya kan diganti kanvas dan menghadap ke samping. Jadi bisa dimuati 18 orang. Ini bukan kelebihan muatan," ujarnya.
Faktor yang menyebabkan jatuhnya pesawat juga bukan usia pesawat. "Mungkin terjebak awan. Atau karena itu wilayah perbukitan, mungkin mengalami turbulensi karena angin sedang kencang," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang