Kecelakaan Pesawat, Perlu Audit Safety

Kompas.com - 27/06/2008, 18:10 WIB

JAKARTA, JUMAT - Kecelakaan yang terjadi terhadap pesawat TNI AU jenis Casa 212-100 saat melakukan pemotretan udara di kawasan Gunung Salak Jawa Barat, Kamis (26/6) kemarin, menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan DPR.
 
Insiden ini kemudian memunculkan semangat, perlunya dilakukan investigasi yang profesional untuk menghindari kejadian serupa terjadi kembali. Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi V DPR - membidangi masalah perhubungan - Abdullah Azwar Anas, Jumat (27/6) kepada para wartawan di DPR.

''Kami di DPR, sama sekali tidak ingin ada kader terbaik TNI harus terus berjatuhan karena kecelakaan. Akibat kesalahan teknis atau human error karena pemeliharaan yang tidak berjalan dengan baik,'' ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai, buruknya kondisi pesawat baik pesawat sipil atau pesawat militer bukan hanya masalah anggaran yang terbatas tapi karena belum dilakukannya perawatan yang sistematis.
 
''Jatuhnya pesawat sipil atau pesawat TNI bukan yang pertama, audit safety harus dilakukan semua pemilik penerbangan termasuk TNI AU,'' pintanya (Persda Network/YAT) .

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau