Beragam Kreativitas di UrbanFest Disambut Meriah

Kompas.com - 28/06/2008, 20:40 WIB

JAKARTA, SABTU - Pagelaran budaya anak muda UrbanFest 2008, Sabtu (28/6) di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta, disambut antusias kalangan anak muda dan masyarakat luas. Ribuan pengunjung sejak pagi hingga malam, terus berdatangan. Ajang ekspresi anak muda ini akan berakhir Minggu (29/6) malam.

Walaupun berbagai pertunjukan sudah berjalan sejak Sabtu pagi, prosesi pembukaan UrbanFest 2008 baru dilakukan malam, seusai rehat shalat Magrib. Pembukaan ditandai dengan membuat grafitti di kanvas oleh Komunitas Grafitti, dan dilanjutkan oleh CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, Direktur Utama Ancol Budi Karya Sumadi, dan Ketua Panitia Penyelenggara Nugroho F Yudho.

"Jika pengunjung UrbanFest tahun lalu mencapai 100.000 orang, maka UrbanFest 2008 diyakini melebihi 100.000 orang. Mengangkat tema urban culture, UrbanFest 2008 memotret kegairahan ekspresi berbagai komunitas perkotaan, mulai dari ekspresi budaya dan berkesenian, permainan sampai olahraga ekstrem," katanya.

Usai prosesi pembukaan, kelompok band Agrikulture di pangung utama tampil menghibur ribuan pengunjung. Kemudian dilanjutkan aksi kelompok band Upstair, RAN, dan Nidji. Suasana malam, yang diselimuti aroma pantai dan sapuan angin, berubah hangat dengan musik dan tembang-tembang lawas yang ditampilkan kelompok band yang sudah tak asing di telinga anak muda itu.

Di sela-sela pertunjukan musik, komunitas grafitti di lapangan depan panggung utama, asyik mencorat-coret di kanvas besar yang berbentuk huruf U-R-B-A-N-F-E-S-T. Disaksikan banyak pengunjung, komunitas grafitti tampak semangat menyelesaikan grafittinya. Grafitti tidak hanya muncul di kanvas, melainkan juga di empat unit bajaj yang dipajang di tengah lapangan. Angkutan tua kota Jakarta itu, yang semula kumuh dan tak menarik, berubah menjadi unik, menarik, dan tentu nyeni.

Tidak hanya penampilan band, grafitti, dan ajang pameran kreasi anak muda, penampilan Disc Jockey (DJ) juga mendapat tontonan ramai. Walaupun untuk menyaksikan aksi para DJ meramu musik pengunjung harus membayar lagi, setidaknya 2.500 pengunjung memadati area Beats by the Bay.

"Ternyata, kalau tak bayar masuk nonton aksi DJ, pengunjung tak ramai. Komunitas DJ berani bayar, untuk menghargai keprofesionalan," kata Nugroho.

Dari pengamatan Kompas sejak Sabtu pagi, terlihat hampir semua pertunjukan pada UrbanFest tahun ini mendapat apresiasi dari pengunjung yang umumnya kalangan anak muda. Tidak hanya kelompok band yang tampil di panggung utama. Kelompok band yang tampil di tiga pangung jalanan juga menarik perhatian. Sebutlah misalnya kelompok band Embrio, Karbala Bukan Fatamorgana, dan belasan kelompok band lainnya.

Mereka bangga melantunkan lagu-lagu ciptaannya dengan iringan musik yang mempunyai ciri tersendiri. Bahkan, yang tampil apa adanya, dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti drum, dirigen minyak, kuali, tempat nasi, plat roda mobil, bahkan sapu lidi, seperti yang ditampilkan Kelompok Tataloe Percussion, juga tak kalah menarik dan atraktif. Komposisi yang mereka tampilkan juga enak didengar dan mengasyikkan.

Kemudian kontes lowrider, sepeda modifikasi ala moge (motor besar) itu, juga menarik perhatian pengunjung. Begitu pula pengunjung yang tampil dengan balutan busana yang unik dan aneh di ajang kontes fashion on the street dan cosplay, mencuri perhatian sesama pengunjung pada sore hari.

"Anak-anak muda betul-betul mendapat tempat yang pas di UrbanFest untuk berekspresi dan berkreasi sebebas-bebasnya. Acara UrbanFest 2008 seru sekali," kata Lolita, seorang pengunjung. Sejumlah pengunjung lainnya yang dimintai komentarnya, menilai UrbanFest menjadi ajang yang tepat untuk pesta budaya urban anak muda.

"Anak muda telah memberi bingkai baru kehidupan industri dan bisnis dengan sekaligus menjadi pelaku dan pionir dalam banyak hal, seperti yang ditampilkan di UrbanFest 2008," ungkap Sherly, yang mengaku suka musik dan sesuatu yang unik.

UrbanFest yang digelar sebagai hasil kolaborasi Kompas-Hai- Bola, Prambors, Institut Kesenian Jakarta, Ancol, dan MetroTV ini, hari Minggu (29/6) malam berakhir.(YURNALDI)

 

 

Agenda UrbanFest Minggu, 29 Juni 2008

Street Fest Area:Pukul 10.00-14.00 WIB : Mural Exhibition, Treet Painting, Grafitty, Recycled Art, 8-bit Music, Yoga.Pukul 10.00-13.20 WIB : Juggler, Magician, Parkour, Puisi, Break Dance, Happening Art, Pantomin, Human Beat, Fashion Street Parade, Cosplay Parade.

Stage All You Can Act:Pukul 10.00-13.45 WIB : Autoband, Soulare, Whisper Desire, Dua, Young & Dangerous, (tersedia satu jam untuk penampil spontan),Lipgloss.

Basic :Pukul 15.50-15.00 WIB : Drew, Voyagers, Kebunku, Fall.Pukul 15.00-17.40 WIB : Dood Night Electric, Elmo, Ras Muhammad, Burger Kill, Dead Squad, Street Dance.Pukul 17.40-18.10 WIB : Break Magrib.Pukul 18.10-21.50 WIB : Seringai, SID, Netral, Street Dance, Saint Loko, Andra & the Backbone.

Urban Sport :Pukul 08.00-17.30 WIB : Free Games, Fun Kompetisi, Show Performance (Raiders BMX, Line Skate, Line Skate Hockey, Skateboarding), Entertainment, Kreasi Top Performance.Pukul 17.30-18.30 WIB : Break (Ishoma).Pukul 18.30- 21.00 WIB : DJ Performance, Top Jump (atraksi spektakuler dan heboh masing-masing kategori), Free Games.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau