Arroyo Nonton Pacman di Bandara

Kompas.com - 29/06/2008, 21:14 WIB

MANILA, MINGGU - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo memuji juara dunia tinju Manny "Pacman" Pacquiao sebagai  simbol sempurna dari bangsa Filipina.

Pacquiao meraih gelar juara dunia yang keempat setelah memukul KO David Diaz dalam perebutan gelar juara dunia kelas ringan  versi Dewan Tinju Dunia (WBC) di Las Vegas, Sabtu (28/6).

"Manny sekali lagi menunjukkan  kualitas sempurna dari (bangsa) Filipina," demikian pernyataan Arroyo yang disampaikan jurubicara kepresidenan, Jesus Dureza.

Menurut Dureza, Arroyo menyaksikan pertarungan Pacman saat menunggu pesawat di bandara San Francisco sesudah melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat.

Pacquiao merebut gelar juara dunia kelas ringan versi dewan tinju dunia (WBC) dalam pertarungan di hotel Mandalay Bay di Las Vegas. Ia menganvaskan Diaz saat ronde 9 tersisa 36 detik. Pacquiao atau Pacman menjadi petinju Asia pertama yang merebut gelar juara dunia tinju empat kelas.

"Saya senang dengan kemenangan malam ini. Saya tidak pernah terpikir mampu merebut gelar juara dunia di empat kelas berbeda," katanya.  Pacquiao memuji lawannya yang memberi perlawanan ketat. "Ia mampu menyakiti saya satu kali dalam pertarungan ini," ungkapnya.
 
Pacman mencatat rekor 47 kali menang 3 kali kalah 2 seri dengan 35 KO. Ia mengawali pertarungan dengan mengandalkan kecepatan serta teknik bertinju yang prima. Ia mampu mengatasi lawannyya yang berbadan lebih besar. Ia kemudian mengakhiri perlawanan Diaz dengan pukulan jab kiri yang keras ke dagu lawannya.

"Kami memang kalah," kata Diaz. "Mungkin tidak lain kali. dia sangat cepat dan saya menghormatinya."

Ini merupkan kemenangan beruntun yang kedelapan buat Pacquiao, 29, sejak ia menelan kekalahan dari petinju Meksiko, Erik Morales pada Maret 2005. Ia kemudian membalas kekalahan itu dengan memukul KO Morales dalam dua pertemuan ulang.

Sementara Diaz, 32, menang angka atas Morales, Agustus lalu. Kekalahan Morales inilah yang membuat petinju legendaris Meksiko ini memutuskan menggantung sarung tinju. (FN/AP/Cay)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau