JAKARTA,MINGGU - Bank Mandiri telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) lebih dari Rp 1,021 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan yaitu Rp 1 triliun selama tahun 2008. Hingga 31 Mei 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 1,021 triliun kepada lebih dari 33.232 debitor.
Dengan batas terkecil debitur menerima sebesar Rp 1,51 juta dan tertinggi sebesar Rp 500 juta (sesuai plafon KUR). Sedangkan nilai rata-rata KUR yang disalurkan Bank Mandiri sebesar Rp 30,74 juta.
Sementara itu, Bank Mandiri kembali mengucurkan KUR kepada 34 debitur di Jambi senilai Rp 5,32 milyar, Minggu, bersamaan dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke propinsi tersebut.
Penyerahan KUR secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, diberikan kepada 3 orang debitur senilai Rp 14 juta yaitu kepada Atiah, pengusaha batik senilai Rp 4,5juta, Siti Arifah, pengusaha batik senilai Rp 4,5juta dan Aryani, pengusaha bata senilai Rp 5juta.
KUR merupakan program yang diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan November 2007, untuk mendukung potensi ekonomi masyarakat khususnya usaha mikro, kecil dan menengah.
Kredit yang disalurkan melalui perbankan tersebut menggunakan skema penjaminan oleh pemerintah melalui Perusahan Umum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).
Kredit bagi UMKM dan koperasi dengan pola penjaminan tersebut disalurkan untuk sektor ekonomi produktif dengan suku bunga maksimum 16 persen dan jumlah plafon kredit maksimum Rp 500 juta per debitor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang