Tak Ada Jaminan McCain Kalahkan Obama di Isu Komando

Kompas.com - 30/06/2008, 10:20 WIB

WASHINGTON, SENIN - Jenderal purnawirawan Wesley Clark, mantan kandidat presiden Demokrat yang saat ini mendukung Barack Obama berpendapat pengalaman dinas militer yang sempat dijalani oleh John McCain tidak secara otomotis menjamin potensinya menjadi panglima tertinggi. Clark menerangkan pengalaman dinas militer tidak menjamin seseorang memiliki kemampuan menjalankan komando militer.

"Masalah penyusunan kebijakan keamanan nasional adalah masalah memahami resiko," jelas McCain dalam wawancaranya di program CBS "Face the Nation." "Kemampuan menerapkan komando adalah kemampuan mengestimasi kekuatan lawan, serta kemampuan dalam menjalankan tanggung jarwab. John McCain tidak pernah menempati posisi resmi apapun yang mengasah pengalaman dalam menjalankan komando seperti itu," tuturnya.

"Saya tentu saja menghargai kehormatan tugas yang dijalani McCain sebagai tahanan perang. Sebagai tahanan perang, McCain adalah pahlawan bagi diriku dan bagi ratusan ribu bahkan jutaan orang yang tergabung dalam operasi militer," kata Wesley Clark.

"McCain mempunyai hak suara di Komite Hankam Senat dan ia telah keliling dunia, namun ia belum pernah dipercayakan tanggung jawab eksekutif militer," tambah Clark. "Skadron besar di Angkatan Laut AS yang pernah dipimpinnya bukan merupakan skadron pada masa pertempuran," ujarnya. Keterangan ini disampaikan Clark setelah moderator Bob Schieffer mengangkat isu kemampuan presiden AS memimpin kekuatan militer mengingat Obama tidak pernah mempunyai pengalaman tersebut termasuk menerbangkan pesawat tempur dan ditembak jatuh oleh musuh. 

"Saat masih menaruh dukungan terhadap Hillary Rodham Clinton Maret lalu, Clark pernah menyatakan: "Setiap orang mengagumi dinas militer McCain sebagai pilot pesawat tempur, keberaniannya sebagai tahanan perang. Tetapi tidak jaminan apa-apa dalam hal itu. Ia memang tokoh hebat dan terhormat. Tugas sebagai pilot pesawat tempur bukan berarti mempersiapkan orang untuk menjadi panglima militer tertinggi yang diantaranya dibebankan tugas menetapkan strategi nasional."

"Mungkin pengalaman dinas militer itu membuka wawasan tentang apa yang dilakukan pasukan di medan pertempuran, tetapi hal itu tidak menawarkan pengalaman dalam hal penyusunan strategi nasional," jelas Clark yang pernah menjabat sebagai komandan kompi dalam perang Vietnam.
     

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau