WASHINGTON, SENIN - Jenderal purnawirawan Wesley Clark, mantan kandidat presiden Demokrat yang saat ini mendukung Barack Obama berpendapat pengalaman dinas militer yang sempat dijalani oleh John McCain tidak secara otomotis menjamin potensinya menjadi panglima tertinggi. Clark menerangkan pengalaman dinas militer tidak menjamin seseorang memiliki kemampuan menjalankan komando militer.
"Masalah penyusunan kebijakan keamanan nasional adalah masalah memahami resiko," jelas McCain dalam wawancaranya di program CBS "Face the Nation." "Kemampuan menerapkan komando adalah kemampuan mengestimasi kekuatan lawan, serta kemampuan dalam menjalankan tanggung jarwab. John McCain tidak pernah menempati posisi resmi apapun yang mengasah pengalaman dalam menjalankan komando seperti itu," tuturnya.
"Saya tentu saja menghargai kehormatan tugas yang dijalani McCain sebagai tahanan perang. Sebagai tahanan perang, McCain adalah pahlawan bagi diriku dan bagi ratusan ribu bahkan jutaan orang yang tergabung dalam operasi militer," kata Wesley Clark.
"McCain mempunyai hak suara di Komite Hankam Senat dan ia telah keliling dunia, namun ia belum pernah dipercayakan tanggung jawab eksekutif militer," tambah Clark. "Skadron besar di Angkatan Laut AS yang pernah dipimpinnya bukan merupakan skadron pada masa pertempuran," ujarnya. Keterangan ini disampaikan Clark setelah moderator Bob Schieffer mengangkat isu kemampuan presiden AS memimpin kekuatan militer mengingat Obama tidak pernah mempunyai pengalaman tersebut termasuk menerbangkan pesawat tempur dan ditembak jatuh oleh musuh.
"Saat masih menaruh dukungan terhadap Hillary Rodham Clinton Maret lalu, Clark pernah menyatakan: "Setiap orang mengagumi dinas militer McCain sebagai pilot pesawat tempur, keberaniannya sebagai tahanan perang. Tetapi tidak jaminan apa-apa dalam hal itu. Ia memang tokoh hebat dan terhormat. Tugas sebagai pilot pesawat tempur bukan berarti mempersiapkan orang untuk menjadi panglima militer tertinggi yang diantaranya dibebankan tugas menetapkan strategi nasional."
"Mungkin pengalaman dinas militer itu membuka wawasan tentang apa yang dilakukan pasukan di medan pertempuran, tetapi hal itu tidak menawarkan pengalaman dalam hal penyusunan strategi nasional," jelas Clark yang pernah menjabat sebagai komandan kompi dalam perang Vietnam.