Mbah Hadi Divonis Satu Tahun Enam Bulan

Kompas.com - 30/06/2008, 13:09 WIB

Laporan wartawan Kompas Sonya Helen Sinombor

SOLO, SENIN - Mantan Kepala Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah, KRH Darmodipuro alias Mbah Hadi divonis satu tahun enam bulan penjara (18 bulan) oleh majelis hakim yang mengadili perkara pencurian dan pemalsuan enam arca batu koleksi Museum Radya Pustaka.

Vonis dibacakan majelis hakim yang diketuai Gandjar Susilo serta anggota majelis hakim JJH Simanjuntak dan M Najib, Senin (30/6) di Pengadilan Negeri Solo. Menurut pertimbangan majelis hakim, Mbah Hadi terbukti bersalah karena memperdagangkan benda cagar budaya.

Namun dalam pertimbangan majelis hakim, ada beberapa hal yang dianggap meringankan, antara lain, Mbah Hadi dinilai bersikap baik dalam persidangan, menyesali perbuatannya dan usianya sudah lanjut, selain bahwa enam arca sudah dikembalikan pada pemiliknya.

Sedangkan hal yang memberatkan adalah kenyataan bahwa Mbah Hadi adalah seorang kepala museum yang dipercaya menjaga benda cagar budaya itu, namun justru tidak menjalankan tanggungjawabnya. Perbuatannya pun dianggap merugikan yayasan dan pemerintah, ditambah Mbah Hadi juga menikmati hasil perbuatannya.

Menanggapi vonis tersebut, Mbah Hadi dan jaksa menyatakan pikir-pikir, apakah akan banding atau tidak atas vonis tersebut.

Tetapi di luar persidangan, Mbah Hadi mengaku tidak akan mengajukan banding karena khawatir hukumannya akan lebih berat. "Saya nggak mau banding. Lha kalo banding malah tambah berat hukumannya kan lebih parah. Kita kan nggak tahu apakah di tingkat banding akan dikurangi atau ditambah," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau