Subsidi BBM jadi Faktor Pengurang

Kompas.com - 30/06/2008, 17:12 WIB

JAKARTA, SENIN - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan menjadi pengurang dalam perhitungan penerimaan dalam negeri (PDN) netto pada 2009. Sehingga, besarnya dana alokasi umum (DAU) untuk daerah juga akan berkurang.
   
"Itu (subsidi BBM) akan masuk dalam formula DAU. Jadi beban subsidi BBM dimasukkan dalam variabel PDN netto. PDN sebelum dikurangi dana bagi hasil akan dikurangi dengan berbagai dana yang salah satunya adalah subsidi BBM," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan Mardiasmo di Jakarta, Senin (30/6), sebagaimana dikutip dari Antara.
   
Menurut dia, besarnya porsi DAU untuk daerah akan tetap sama dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 26 persen dari PDN netto.
   
Mardiasmo mengatakan, selama ini subsidi BBM dalam APBN juga tersalur ke daerah namun pada 2009 tidak akan lagi tersalur semuanya melalui DAU seperti halnya subsidi pajak yang ditanggung pemerintah (DTP).
   
"Jadi artinya uang itu tetap ke daerah tapi tidak semuanya melalui DAU, karena kalau tidak nanti jadinya dobel. Sudah dapat DAU dapat juga subsidi BBM, padahal orangnya sama. Jadi dalam perhitungan DAU nanti subsidi BBM masuk dalam pengurang PDN netto," terangnya. 
   
Menurut Mardiasmo, meskipun PDN netto tidak lagi memperhitungkan subsidi BBM tetapi alokasi DAU ke daerah pada 2009 masih akan ke daerah masih akan lebih besar dibanding 2007 dan 2008. "Harga minyak yang tinggi menyebabkan besarnya PDN netto meningkat sangat tinggi sehingga nominal dari 26 persen untuk DAU juga meningkat," katanya.
   
Ia memperkirakan kenaikan DAU dari 2008 ke 2009 akan mencapai sekitar 10 persen walaupun setelah PDN netto dikurangi dengan subsidi BBM.
   
Menanggapi pertanyaan soal adanya daerah yang menolak pehitungan DAU baru karena mengurangi subsidi BBM, Mardiasmo mengatakan, penolakan itu karena sejumlah daerah belum memahami konsepsinya. "Makanya kami siapkan sosialisasi biar mereka tahu. Jadi pengurangan DAU bukan sebesar subsidi BBM tapi PDN-nya yang dikurangi," terangnya.
   
Menurut dia, daerah akan menerima DAU sesuai dengan haknya masing-masing sesuai formulanya. DAU untuk daerah yang dapat windfall minyak itu porsinya akan berkurang secara proporsional sehingga daerah yang kaya tidak terlalu kaya, dan yang miskin tidak terlalu miskin.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau