MADIUN, SENIN - Jelang masa tanam padi ketiga yang akan dilakukan petani pada pertengahan sampai akhir Juli mendatang, petani berharap pemerintah memberlakukan harga solar khusus bagi petani. Pasalnya dari mulai masa tanam sampai panen ketiga in petani akan gunakan sumur pompa untuk mengairi sawah mereka dan untuk pengoperasian sumur dibutuhkan solar.
"Saat ini air di saluran irigasi sudah habis, sehingga pada masa tanam sampai panen ketiga, petani akan menggunakan sumur pompa untuk mengairi sawah," kata Wardi, salah satu petani di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (30/6).
Untuk mengairi sawah seluas satu hektar yang dikelolanya akan dibutuhkan sekitar 600 liter solar guna menghidupkan sumur pompa sejak masa tanam sampai panen. Kebutuhan akan solar ini lebih tinggi dibandingkan pada masa tanam sampai panen kedua yang hanya butuh 200 liter solar.
"Makanya kami berharap harga solar yang dibutuhkan petani lebih murah dibandingkan harga solar untuk konsumen lainnya. Tidak seperti sekarang di mana kami membeli solar lebih mahal dari konsumen lainnya karena kami hanya bisa membeli di pengecer dan tidak bisa membeli langsung di SPBU," katanya.
Harga solar di pengecer mencapai Rp 6.000 per liter. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Ponorogo Sudarsih mengatakan keinginan petani ini telah disampaikan ke Departemen Pertanian sejak sebelum kenaikan harga BBM. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang