Garuda Coba Bangkit

Kompas.com - 01/07/2008, 10:26 WIB

JAKARTA, SELASA - Rupiah, Selasa (1/7) pagi, menguat mendekati angka Rp 9.200 per dollar AS, seiring dengan melemahnya dollar AS terhadap mata uang utama Asia, terutama terhadap yen. Rupiah berada di kisaran Rp 9.212 sampai 9.216 per dollar AS. "Menguatnya rupiah menunjukkan bahwa pasar masih positif, yang didukung masuknya dollar AS ke pasar domestik setelah pemerintah menawarkan surat utang negara (SUN) dalam dollar," kata pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, seperti dikutip Antara di Jakarta.
     
Ia mengatakan, rupiah mendapat dukungan pasar eksternal akibat membaiknya bursa Wall Street sehingga bursa regional membaik seperti indeks Nikkei, Jepang, yang naik 0,3 persen menjadi 13,526,63 atau naik 45,15 poin. "Kami memperkirakan, rupiah bisa menembus angka Rp 9.200 per dollar AS pada sore nanti," tuturnya.

Penjualan SUN di luar negeri mendapat tanggapan positif dari investor asing. Mereka dengan antusias membeli surat utang itu mengakibatkan kebutuhan dollar AS di dalam negeri, terutama dari BUMN, seperti Pertamina dan PLN, dapat dipenuhi. "Meski pelaku pasar agak khawatir dengan laju inflasi Juni yang diperkirakan akan lebih tinggi dibanding laju inflasi bulan Mei," ujarnya.

Menurut dia, rupiah dalam waktu dekat secara perlahan-lahan akan mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS, namun untuk mencapai level Rp 9.000 per dollar diperkirakan agak sulit. "Posisi rupiah saat ini dinilai cukup aman, apalagi Bank Indonesia memiliki cadangan devisa yang semakin besar dalam upaya mengantisipasi apabila rupiah cenderung tertekan pasar," katanya.
     
Kenaikan rupiah terhadap dollar AS, tuturnya, karena dollar AS melemah, setelah Negara Paman Sam itu dilanda krisis keuangan yang berkelanjutan. "Bahkan, AS juga dilanda inflasi yang terus meningkat yang menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS makin melemah," ujarnya.

Sementara itu, yen terhadap dollar AS dan euro menguat, setelah survei Tankan Bank Sentral Jepang (BOJ) menyatakan, sentimen bisnis Jepang hanya turun tipis dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

Data itu menunjukkan bahwa pengeluaran modal perusahaan besar Jepang diperkirakan naik 2,4 persen. Dollar AS terhadap yen turun menjadi 105,97, euro terhadap dollar AS menjadi 1,5672, dan euro terhadap yen 167,34.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau