JAKARTA, SELASA - Rupiah, Selasa (1/7) pagi, menguat mendekati angka Rp 9.200 per dollar AS, seiring dengan melemahnya dollar AS terhadap mata uang utama Asia, terutama terhadap yen. Rupiah berada di kisaran Rp 9.212 sampai 9.216 per dollar AS. "Menguatnya rupiah menunjukkan bahwa pasar masih positif, yang didukung masuknya dollar AS ke pasar domestik setelah pemerintah menawarkan surat utang negara (SUN) dalam dollar," kata pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, seperti dikutip Antara di Jakarta.
Ia mengatakan, rupiah mendapat dukungan pasar eksternal akibat membaiknya bursa Wall Street sehingga bursa regional membaik seperti indeks Nikkei, Jepang, yang naik 0,3 persen menjadi 13,526,63 atau naik 45,15 poin. "Kami memperkirakan, rupiah bisa menembus angka Rp 9.200 per dollar AS pada sore nanti," tuturnya.
Penjualan SUN di luar negeri mendapat tanggapan positif dari investor asing. Mereka dengan antusias membeli surat utang itu mengakibatkan kebutuhan dollar AS di dalam negeri, terutama dari BUMN, seperti Pertamina dan PLN, dapat dipenuhi. "Meski pelaku pasar agak khawatir dengan laju inflasi Juni yang diperkirakan akan lebih tinggi dibanding laju inflasi bulan Mei," ujarnya.
Menurut dia, rupiah dalam waktu dekat secara perlahan-lahan akan mendekati angka Rp 9.100 per dollar AS, namun untuk mencapai level Rp 9.000 per dollar diperkirakan agak sulit. "Posisi rupiah saat ini dinilai cukup aman, apalagi Bank Indonesia memiliki cadangan devisa yang semakin besar dalam upaya mengantisipasi apabila rupiah cenderung tertekan pasar," katanya.
Kenaikan rupiah terhadap dollar AS, tuturnya, karena dollar AS melemah, setelah Negara Paman Sam itu dilanda krisis keuangan yang berkelanjutan. "Bahkan, AS juga dilanda inflasi yang terus meningkat yang menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS makin melemah," ujarnya.
Sementara itu, yen terhadap dollar AS dan euro menguat, setelah survei Tankan Bank Sentral Jepang (BOJ) menyatakan, sentimen bisnis Jepang hanya turun tipis dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.
Data itu menunjukkan bahwa pengeluaran modal perusahaan besar Jepang diperkirakan naik 2,4 persen. Dollar AS terhadap yen turun menjadi 105,97, euro terhadap dollar AS menjadi 1,5672, dan euro terhadap yen 167,34.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang