JAKARTA, SELASA - Selasa (1/7), sekitar pukul 08.00 WIB, seorang lelaki berkemeja batik digiring ke ruang pemeriksaan Komisi Peberantas Korupsi (KPK), di Gedung KPK, Jakarta. Sambil menutupi wajahnya dengan tangan kiri, lelaki yang dikawal 3 orang pria itu tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Siapakah lelaki yang digiring pascapenangkapan anggota Komisi V DPR, Bulyan Royan itu? Ketua Bidang Penindakan KPK Chandra M Hamzah kepada wartawan di Kantor KPK menyebut inisialnya DS. Di kalangan wartawan beredar informasi DS adalah Dedi Swarsono. Dia adalah direktur PT BMKP, pemenang tender kapal patroli.
Menurut Chandra, saat ini DS belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih diperiksa sebagai saksi atas penangkapan Bulyan Royan. Chandra menyampaikan bahwa KPK belum menduga keterlibatan pihak lain dan akan memfokuskan pemeriksaan pada Bulyan dan Dedi terlebih dulu. "DS masih dalam pemeriksaan, apakah ada pihak lain, mungkin saja," ujar Chandra.
Menurut Chandra, PT BMKP adalah pemenang tender kapal patroli yang diselenggarakan Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Tendernya sendiri sudah terjadi ketika tersangka Bulyan Royan masih berada di Komisi V DPR-RI bidang perhubungan. Kalau tender sudah terjadi, apakah itu adalah 'hadiah'? "Wah, kita belum tahu itu," tandas Chandra.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang