JAKARTA, SELASA - Tidak akan mudah bagi calon mahasiswa yang ingin masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mereka harus melewati persaingan super ketat. Pasalnya, jumlah calon mahasiswa yang sudah mendaftar untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang akan dilaksanakan pada 2-3 Juli 2008, hampir lima kali lebih besar dari jumlah kursi yang tersedia di Perguruan Tinggi Negeri.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (depdiknas), Fasli Jalal, di Jakarta, Selasa (1/7). Dikatakan Fasli, sudah lebih dari 390 ribu calon mahasiswa yang mendaftar untuk ikut Seleksi Nasional Masuk PTN. Padahal, kata dia, jumlah kursi yang tersedia di PTN, 'hanya' sekitar 82 ribu kursi. Artinya, satu kursi bakal diperebutkan oleh minimal lima orang.
"Kursi yang tersedia di PTN sekitar 82 ribu, dan itu akan diperebutkan lebih dari 390 calon mahasiswa," ujar Fasli usai memberika keterangan kepada wartawan soal pagelaran mahasiswa nasional di kantor Depdiknas Jakarta, Selasa (1/7).
Fasli sendiri mengaku tidak mengira jika jumlah calon mahasiswa yang mendaftar sebegitu banyak. Ia mengira, sedikit banyak calon mahasiswa sudah tersedot masuk dalam pendaftaran Seleksi Mahasiswa Baru (SMB).
"Kami sebenarnya agak surprise juga karena jumlah pendaftar yang lalu kan 400 ribu. Nah, kalau misalnya dikurangi sekitar 100 ribu yang ikut SMB, bayangan kami sekitar 300 ribu. Ternyata lebih dari yang kita bayangkan menjadi 390 ribu pendaftar. Jadi memang animonya cukup tinggi," lanjut Fasli.
Terkait jurusan apa saja yang paling diminati oleh calon mahasiswa, Fasli mengatakan bahwa detailnya, dirinya belum mengetahui. "Tapi yang jelas, ini akan terdistribusi lebih merata, dan juga peminatan daerah juga menjangkau 32 lokasi untuk melamar ke PT ternama," jelas Fasli yang mengaku akan meninjau langsung pelaksanaan SNMPTN di Surabaya.
Dikonfirmasi perihal sempat terjadinya kekacauan ketika pendaftaran, di mana sudah mendaftar di Bank Mandiri tapi kemudian nama yang bersangkutan tidak keluar, Fasli menegaskan bahwa itu warna-warni pengalaman pertama yang memang terkadang sulit. Namun, kata dia, masalah itu sudah bisa diatasi.
"Biasanya antara formulir dengan online nya Bank Mandiri ini yang kadang- kadang masih perlu beberapa perbaikan, tetapi itu dengan cepat ditemukan dan saat ini tidak ada masalah lagi. Yah, biasanya awalnya saja ada masalah, tapi ada jalan keluar," jelas Fasli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang