Musim Liburan Tiba, Calo Tiket Beraksi

Kompas.com - 01/07/2008, 22:05 WIB

YOGYAKARTA, SELASA - Membeludaknya penumpang KA di Yogyakarta pada musim liburan dimanfaatkan calo dengan menawarkan tiket KA dengan harga seharga 100 persen lebih mahal. Beberapa calo tampak di depan ruangan reservasi tiket KA di Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (1/7).

Setiap orang yang turun dari tangga ruang reservasi dihampiri, kemudian ditawarkan tiket. Selasa ini, adalah hari pertama kenaikan tarif KA eksekutif yang sebesar 6-9 persen.

Tiket yang dijual para calo lebih tinggi dari harga resmi. Untuk KA kelas eksekutif, rata-rata calo menawarkan harga awal Rp 400.000 atau lebih mahal hampir dua kali lipat. Tak hanya kelas eksekutif, kelas bisnis pun ada. Harga tiket bisnis yang normalnya Rp 100.000 melonjak hingga Rp 180.000.

"Ya mau gimana lagi, harganya memang mahal. Saya juga dapat tiket ini dari agen di Solo dan harganya sudah tinggi, masa saya nggak ambil untung?" kata salah seorang calo yang disapa Pelok.

Calon penumpang, Nugraha (31) yang hendak membeli tiket KA kelas eksekutif tujuan Jakarta untuk keberangkatan hari Minggu, resah. "Tadi saya juga ditawari calo, cuma harganya mahal sekali. Lebih baik naik bus," ujarnya.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi VI Yogyakarta, Hartomo Wiropuspito, mengatakan calo memang sulit dicegah karena ada masyarakat yang butuh. Namun ia memastikan tak ada petugas KA yang membantu calo.

"Mereka (calo) dapat tiket dari membeli tiket ke loket mengaku sebagai calon penumpang. Tiket didapat mereka lalu menjualnya kembali," ujarnya. (PRA/A02)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau