JAKARTA, RABU - Mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengaku sedih seusai mengikuti sidang keduanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (2/7). Namun, dia enggan menjelaskan lebih jauh soal perasaannya itu. "Perasaan saya? Sedih, nggak enak," ujarnya singkat ketika melangkah keluar ruang persidangan.
Burhanuddin juga mengulangi pernyataannya mengenai keputusan aliran dana BI tersebut kepada wartawan. Dia tetap bersikeras dirinya tak bersalah karena keputusan tersebut merupakan keputusan kolektif dan ditujukan untuk memperbaiki kinerja BI dan perekonomian Indonesia.
"Semua langkah tadi dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja BI, untuk memperbaiki perekonomian Indonesia dan tidak ada sepeser pun dari uang yang disebutkan Indonesia masuk ke kantong Gubernur BI," katanya.
Burhanuddin yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana berwana gelap ini kemudian segera memasuki ruang tunggu persidangan. Sidang kedua Burhanuddin ini dihadiri beberapa pegawai BI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang