LONDON, RABU - Trilogi pertemuan Rafael Nadal dan Roger Federer di final Wimbledon semakin mendekati kenyataan. Nadal yang diunggulkan di tempat kedua menyusul langkah Federer maju ke semifinal. Di perempat final, petenis Spanyol itu mengandaskan harapan tuan rumah, Andy Murray lewat permainan impresif yang berakhir dengan skor 6-3, 6-2, 6-4.
Penampilan Nadal kali ini semakin meyakinkan bahwa ia akan dapat mengalahkan Arnaud Clement atau Rainer Schuettler yang akan menjadi calon lawannya di semifinal, Jumat (4/7). Cedera yang sempat menghambatnya di pertandingan Sabtu (28/6) lalu seolah tak membekas saat berhadapan dengan Murray. Spesialis lapangan tanah liat itu itu bahkan menampilkan permainan yang makin matang di lapangan rumput.
Murray pun tak kuasa menghadapi pukulan keras dari Nadal yang mengarah akurat ke setiap jengkal lapangan. Murray bukan hanya mati kutu dengan penempatan bola seperti itu, melainkan juga kesulitan menemukan posisi raket yang pas untuk mengembalikan bola.
Di set pertama, Murray memang sempat memberi perlawanan dengan mempertahankan setiap servisnya. Namun, petenis peringkat ke-11 itu tak berkutik sejak memegang bola di game ketujuh. Permainan reli dari Nadal semakin tak terbendung di set kedua. Murray hanya dapat mengembalikan bola ke bidang tengah lapangan Nadal, sementara Nadal sendiri leluasa membidik bola ke lapangan kosong di seberang net. Ketika terjadi reli-reli panjang, Nadal bahkan kerap menyudahinya dengan forehand atau backhand mengentak ke garis belakang.
Murray yang mendapat dukungan dari penonton mencoba bangkit di set kedua, namun lagi-lagi ia gagal memperbaiki pukulannya. Pukulan forehand-nya beberapa kali menembus angin jauh di atas lapangan. Sorak-sorai penonton kali ini tak dapat membantunya keluar dari keadaan sulit yang terus berlangsung selama hampir dua jam tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang