Kelabui Pemberontak, Kolombia Bebaskan Sandera

Kompas.com - 03/07/2008, 09:53 WIB

BOGOTA, KAMIS - Mata-mata Kolombia berhasil memperdaya pemberontak radikal untuk menyerahkan mantan kandidat presiden Kolombia, Ingrid Betancourt dan tiga kontraktor militer AS. Tidak korban satu pun dalam aksi penyelamatan ini yang berlangsung Rabu (2/7) atau Kamis (3/7) waktu Indonesia.  

 

Betancourt, yang ditangkap ketika berkampanye enam tahun lalu, tampak kurus. Ia mengatakan ia tetap tertarik untuk pencalonan presiden. "Demi Tuhan, ini sungguh keajaiban. Ini adalah operasi penyelamatan yang sempurna yang belum pernah dilakukan sebelumnya," tutur Betancourt. 

 

Mereka juga membebaskan sebelas anggota kepolisian Kolombia dan sejumlah tentara. "Ketiga orang AS itu, Marc Gonsalves, Thomas Howes, dan Keith Stansell , langsung diterbangkan ke AS untuk berkumpul kembali dengan keluarganya. Mereka adalah sandera asal AS terlama di dunia," kata Menteri Pertahanan Kolombia, Juan Manuel Santos. .  

 

Santos mengatakan, agen intelijen militer menyusup ke jajaran gerilyawan, dan berhasil meyakinkan Cesar, komandan lokal yang bertanggung jawab atas sandera, bahwa mereka akan membawa sandera ke Alfonso Cano, pemimpin tertinggi gerilyawan.  

 

Para sandera yang terbagi dalam tiga kelompok dibawa ke suatu tempat. Di situ dua helicopter yang dikemudikan oleh agen militer Kolombia bersembunyi dan menunggu. Betancourt mengatakan tangan dan kakinya terikat.  

 

Pilot, tuturnya, berlaku seperti anggota organisasi kemanusiaan, namun mereka berpakaian seperti badut, menggunakan kaos Guevara. Jadi, ia berpikir mereka juga bagian dari pemberontak.  

 

Namun, ketika mereka naik ke pesawat, Betancourt menoleh ke belakang dan melihat Cesar, yang telah memperlakukannya dengan kejam selama bertahun-tahun, terbaring di lantai dengan mata tertutup.  

 

"Kepala komando mengatakan, 'Kami tentara nasional. Anda bebas'," tutur Betancourt. "Helicopter nyaris jatuh karena kami melompat-lompat senang, berteriak, menangis, dan saling berpelukan. Kami nyaris tidak percaya ini terjadi," katanya lagi.  

 

Santos mengatakan, operasi ini akan menjadi sejarah karena keberanian dan keefektifannya.  "Dalam operasi ini, tidak ada baku tembak, tidak ada seorang pun yang terluka. Operasi ini benar-benar aman," katanya.  

 

Santos mengatakan, Cesar dan pemberontak lainnya akan dijerat hukum. Penangkap pemberontak lainnya masuk ke dalam hutan, dan Tentara Nasional berharap mereka akan membebaskan sanderaan lainnya yang diyakini berjumlah 700 orang.  

 

Dalam upacara militer dengan para pemimpin militer tertinggi, sandera yang bebas itu naik ke atas panggung, menyebutkan nama dan jabatan mereka, serta berterima kasih kepada tim penyelamat. Beberapa di antaranya telah disandera selama belasan tahun.  

 

Yang terakhir kali berbicara adalah Betancourt. Ia meminta pihak yang berwenang untuk segera membebaskan sanderaan lainnya. Betancourt berterima kasih kepada Presiden Kolombia, Alvaro Uribe. Ia mengatakan Uribe adalah presiden yang baik. Betancourt menyatakan, "Saya tetap berniat untuk menjadi presiden."

 

Di Paris, anaknya, Lorenzo Delloye-Betancourt menyebut pembebasannya berita paling indah dalam hidupnya. Ia dan saudaranya langsung terbang ke Colombia untuk bertemu dengannya.  

 

Ayah Gonsalves sedang memotong rumput di rumahnya di Hebron, Connecticut, ketika seorang tetangganya memberitahukan berita pembebasan anaknya yang mereka lihat di televisi. "Saya tidak tahu bagaimana cara mematikan mesin pemotong rumput saya. Saya benar-benar kaget. Saya hamper tidak percaya hal ini," katanya.  

 

"Kami benar-benar gembira, dan kaget," ujar ibu tiri Stansell, Lynne.  

 

Presiden AS George W. Bush menelepon sekutu dekatnya untuk memberi ucapan selamat, seperti yang dilakukan Sarkozy. Kandidat Presiden McCain mengatakan Uribe telah memberitahu rencana penyelamatan tersebut ketika ia berkampanye di Kolombia. "Ini merupakan operasi berisiko tinggi. Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Uribe, militer dan masyarakat Kolombia," kata. Rivalnya, Barack Obama, juga mengeluarkan ucapan selamat juga.  

 

Betancourt (46) diculik bulan Februari 2002. Ketiga orang AS ditangkap setahun kemudian ketika pesawat mereka jatuh di wilayah pemberontak. Selama lima tahun, keluarga mereka hanya menerima video bukti masih hidup dua kali, terakhir November.(C9-08)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau