PAMEUNGPEUK, KAMIS - Sebanyak 18 roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dari berbagai kategori, Rabu (2/7) pagi, diluncurkan dengan mulus dari Pusat Peluncuran Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peluncuran itu selain disaksikan pejabat dari instansi pemerintah, juga oleh ahli-ahli peroketan China. Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, menjelang peluncuran, mengatakan, kehadiran ahli peroketan China selain merupakan balasan atas kehadiran dirinya dan tim Lapan pada peluncuran roket Long March China pertengahan Juni lalu, juga merupakan tindak lanjut atas nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani Pemerintah RI dan China pada tahun 2005.
Nota kesepahaman itu dimaksudkan untuk mengembangkan program kerja sama di bidang antariksa kedua negara.
Sementara itu, bagi Indonesia, menurut Adi, kegiatan peroketan merupakan aspek baru setelah selama 30 tahun terakhir Indonesia lebih banyak berkiprah dalam bidang aeronotika (penerbangan). Aktivitas yang ada sekarang ini ditujukan untuk dua tujuan, pertama untuk menguasai pembuatan roket peluncur satelit dan untuk menyebarluaskan minat terhadap teknologi peroketan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia.
Pengorbit satelit
Sebagai langkah persiapan pembangunan roket pengorbit satelit (RPS), Lapan membuat roket RX-320 (bergaris tengah luar 320 milimeter), yang kelak merupakan roket tingkat empat (paling atas) dari sistem RPS yang terdiri dari empat tingkat.
Roket berdaya dorong 52 ton detik ini telah diuji pertama kali pada bulan Mei dan Rabu kemarin. Roket ini berhasil menambah catatan keberhasilan.
Selanjutnya, Lapan akan menyiapkan roket tingkat bawah yang ukuran garis tengahnya 420 mm. Roket RX-420 ini, menurut Kepala Lapan, akan bisa diuji statik sekitar Oktober mendatang dan uji peluncuran pertama diharapkan awal tahun depan.
Roket untuk mahasiswa
Dalam uji peluncuran kemarin, Lapan juga meluncurkan tiga roket yang dirancang untuk program pendidikan. Roket yang disebut roket uji muatan (RUM) ini akan dibagikan kepada mahasiswa peserta lomba peroketan yang dijadwalkan Agustus mendatang di Pantai Pandansimo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada lomba nanti, mahasiswa akan diuji kreativitasnya dalam aspek telemetri atau sensor tekanan dan parameter lain. (NIN/KOMPAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang