JAKARTA,KAMIS - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 8,75 persen.
Gubernur BI Boediono, Kamis (3/7), mengatakan, tekanan inflasi 2008 terutama bersumber dari dampak kenaikan harga BBM dan peningkatan harga bahan pangan. Selain itu, sebutnya, Bank Indonesia juga melihat adanya peningkatan tekanan pada sisi permintaan, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan kredit dan uang beredar yang tinggi sampai dengan triwulan II - 2008, serta indikasi kenaikan ekspektasi inflasi yang dapat menimbulkan kenaikan inflasi putaran kedua (second round effect).
"Oleh karena itu, Bank Indonesia memandang perlu menaikkan BI Rate untuk mencegah dampak lanjutan kenaikan BBM dan pangan kepada harga barang-barang lain," katanya dalam siaran pers.
BI, lanjut Boediono. tetap akan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan yang ada secara fleksibel dan terukur untuk menurunkan inflasi 2009 pada kisaran 6,5 persen -7,5 persen. "Untuk tujuan itu, BI akan berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang