Trikomsel Dapat Pinjaman Sindikasi 75 Juta Dollar AS

Kompas.com - 03/07/2008, 14:18 WIB

JAKARTA,KAMIS - Citibank N.A. Indonesia (Citi) memimpin sindikasi pinjaman sebesar 75 juta dollar AS atau sekitar Rp 697,5 miliar untuk PT Trikomsel Oke (Trikomsel Oke) perusahaan retail bidang komunikasi terbesar Indonesia dalam hal jaringan penjualan dan outlet ponsel. Pinjaman ini diperuntukkan pada pengembangan jaringan penjualan dan jumlah outlet-nya di Indonesia.

Penandatanganan pinjaman dilakukan di Jakarta, Kamis (3/7), dengan empat bank anggota sindikasi lainnya yaitu Bank Mandiri, Bank BCA, BII, dan Lippo Bank.  Perjanjian kredit ditandatangani oleh Presiden Direktur dan CEO PT Trikomsel Oke Sugiono Wiyono Sugialam dan wakil dari konsorsium lima bank.

Citigroup Global Market Asia Limited mendampingi Trikomsel Oke dalam megkoordinir konsorsium tersebut. Citi Internastional Limited berperan sebagai agen fasilitator untuk fasilitas pinjaman tersebut "Pinjaman tersebut diharapkan dapat membantu Trikomsel Oke mengembangkan bisnisnya dengan cara menggandakan jumlah outlet dan memperluas jangkauan layanan dalam dua tahun ke depan," kata Sugiono,

Pada awalnya Trikomsel Oke hanya mengharapkan pinjaman sebesar 50 juta dollar AS. Setelah melihat reaksi pasar yang sangat baik atas perjanjian itu, Trikomsel memutuskan untuk meningkatkan pinjaman menjadi 75 juta dollar AS. "Kami akan menjaga kepercayaan yang diberikan bank," kata Sugiono.

Menurutnya fasilitas kredit yang memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kemungkinan perpanjangan waktu hingga dua tahun dapat mewujudkan target Trikomsel Oke untuk membangun lebih dari 1300 outlet Oke Shop dan memperluas jangkauan layanannya ke 225 kota di Indonesia tahun 2010. Selain itu pinjaman ini akan membantu Trikomsel Oke mengembangkan bisnis barunya di bidang multimedia.

Managing Director dan Country Business Manager Institutional Clients Group, Citi Indonesia, Tigor M Siahaan mengatakan bahwa perjanjian pinjaman ini merupakan optimisme Citi akan perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia. "Industri telekomunikasi di Indonesia menjanjikan dan telah berkembang pesat dari tahun ke tahun," kata Tigor. (Persda Network/aco)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau