PALEMBANG, KAMIS- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Ito Sumardi mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Penangkapan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap sembilan orang yang diduga terkait jaringan teroris diharapkan menyadarkan masyarakat bahwa pelaku teroris ternyata bisa ada di mana-mana.
Dikatakannya, masyarakat dan bahkan jajaran pimpinan daerah Sumsel mungkin sangat terkejut dengan kenyataan bahwa di wilayahnya yang selama ini kondusif dan jauh dari isu teror ternyata menjadi tempat persembunyian orang-orang yang diduga terkait jaringan teroris. "Jadi situasi kondusif tidak bisa diandalkan kepada polisi saja, tetapi masyarakat juga," kata Ito di Palembang, Kamis (3/7).
Saat ini, lanjut Ito, pengembangan kasus penangkapan orang-orang yang diduga terkait jaringan teroris itu ditangani langsung oleh Mabes Polri, Sedangkan tugasnya di daerah saat ini adalah memulihkan kondisi keamanan di Sumsel yang baru saja dikejutkan oleh kasus yang tidak disangka banyak orang itu.
Ketika ditanya masuk dalam jaringan mana orang-orang yang ditangkap di Sumsel itu, Ito menyatakan tidak tahu. "Inikan teknis, nanti sabar saja. Dalam waktu dekat Mabes Polri akan menyampaikan secara detil jaringan atau hasilnya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang