Polisi Imbau Warga Sumsel Tetap Waspada

Kompas.com - 03/07/2008, 15:55 WIB

PALEMBANG, KAMIS- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Ito Sumardi mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Penangkapan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap sembilan orang yang diduga terkait jaringan teroris diharapkan menyadarkan masyarakat bahwa pelaku teroris ternyata bisa ada di mana-mana.

Dikatakannya, masyarakat dan bahkan jajaran pimpinan daerah Sumsel mungkin sangat terkejut dengan kenyataan bahwa di wilayahnya yang selama ini kondusif dan jauh dari isu teror ternyata menjadi tempat persembunyian orang-orang yang diduga terkait jaringan teroris. "Jadi situasi kondusif tidak bisa diandalkan kepada polisi saja, tetapi masyarakat juga," kata Ito di Palembang, Kamis (3/7).

Saat ini, lanjut Ito, pengembangan kasus penangkapan orang-orang yang diduga terkait jaringan teroris itu ditangani langsung oleh Mabes Polri, Sedangkan tugasnya di daerah saat ini adalah memulihkan kondisi keamanan di Sumsel yang baru saja dikejutkan oleh kasus yang tidak disangka banyak orang itu.

Ketika ditanya masuk dalam jaringan mana orang-orang yang ditangkap di Sumsel itu, Ito menyatakan tidak tahu. "Inikan teknis, nanti sabar saja. Dalam waktu dekat Mabes Polri akan menyampaikan secara detil jaringan atau hasilnya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau