LONDON, KAMIS – Arsenal tak bergeming dengan tawaran senilai 25 juta poundsterling (sekitar Rp 456,857 miliar) yang diajukan Barcelona untuk membeli Emmanuel Adebayor. The Gunners tetap mempertahankan striker asal Togo tersebut.
Presiden Barcelona, Juan Laporta, berharap bisa memboyong Adebayor menjelang referendum klub, Minggu (6/7) mendatang. Laporta membutuhkan dukungan 65 persen untuk bertahan di kursi presiden, dan kehadiran Adebayor di Camp Nou bisa memperkuat posisinya dalam referendum itu.
Penolakan ini diperkirakan akan membuat Laporta meningkatkan tawaran mencapai 30 juta poundsterling (sekitar Rp 548,229 miliar).
Barcelona berharap Arsene Wenger bisa dibujuk untuk melepas Adebayor. Kondisi ini bisa terjadi jika Barcelona sukses menegosiasikan harga yang tepat untuk mendapatkan Adebayor.
Di sisi lain, Adebayor yang masih memiliki sisa kontrak tiga tahun bersama Arsenal berkeinginan gajinya dinaikkan. Apalagi striker asal Togo ini sukses menyarangkan 30 gol bagi Arsenal.
Menurut laporan The Times, agen Adebayor, Stephane Courbis akan melakukan pertemuan dengan Wenger pekan ini. Setelah pertemuan pekan lalu antara Courbis dan Wenger di Vienna tidak mencapai kata sepakat.
"Kisah cinta antara Adebayor dan Arsenal serta hubungannya dengan Wenger memang benar dan itu berdasarkan kepercayaan dan saling menghargai. Emmanuel bukan orang yang rakus. Dia berasal dari jalanan dan memiliki kepekaan dan rendah hati. Kalau semua ini masalah uang, dia akan minta pindah. Saya tahu kebijakan Arsenal yang tidak akan membayar gaji pemainnya dengan nilai tinggi," papar Courbis.
Reaksi Adebayor pada situasi ini justru kontradiktif. Pernyataan Adebayor untuk terus bertahan berlawanan dengan penolakannya menandatangani perpanjangan kontrak sebesar 45 ribu poundsterling (sekitar Rp 822,3 juta) per pekan.
Di sisi lain, AC Milan yang tertarik memboyong Adebayor telah mengibarkan bendera putih. Menurut Milan, nilai 35,6 juta poundsterling (sekitar Rp 650,565 miliar) yang dipatok Arsenal terlalu tinggi.
"Tawaran senilai 35,6 juta poundsterling tak mungkin dijangkau klub Italia. Itulah mengapa pemain top tidak bermain lagi di sini. Saat klub besar seperti Barcelona dan Chelsea ikut campur, tidak mungkin kami bersaing karena mereka memiliki kondisi keuangan yang jauh lebih sehat,” ungkap Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani. (GL/YUD)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang