Domenech Tetap Melatih Prancis Sampai...

Kompas.com - 03/07/2008, 23:32 WIB

PARIS, KAMIS - Pelatih Prancis, Raymond Domenech lolos dari lubang jarum. Federasi sepak bola Prancis atau FFF tetap memberinya kesempatan melatih Les Bleus. Namun, FFF tetap akan mengawasi perkembangan lebih lanjut dan tidak segan-segan mendepak Domenech jika memang ia terbukti tidak layak.

Keputusan tersebut diambil setelah FFF melakukan pertemuan pada Kamis (3/7). Awalnya banyak yang mengira Domenech bakal dipecat akibat kegagalan membawa Prancis lolos babak penyisihan grup di Piala Eropa 2008. Nama Didier Deschamps sempat mengemuka sebagai calon pelatih selanjutnya.

Namun, mayoritas anggota FFF ternyata justru tetap menginginkan agar Domenech tetap menangani tim Ayam Jantan. Setelah mendengarkan penjelasan dari Domenech, 18 dari 19 dewan FFF setuju agar Domenech tetap melatih asalkan dengan syarat.

"Domenech tetap tinggal, (asalkan) membuat beberapa perubahan. Dia menatap ata saya dan mengatakan bahwa dia sangat menyesalinya (kegagalan Prancis, Red). Baginya, memuluskan kinerjanya yang buruk merupakan tantangan," kata Presiden FFF Jean-Pierre Escalettes kepada Le Parisien.

Rupanya Domenech "malu-malu" mengungkapkan penyesalan tersebut. Setelah kegagalan di Swiss-Austria, pendukung Les Tricolores sebenarnya menginginkan agar pelatih berusia 56 tahun itu meminta maaf atau mengatakan kata-kata penyesalan kepada publik. Nyatanya, mantan defender Lyon itu tidak meluluskan permintaan fans. Ia justru mengatakan ingin menikah dengan temannya.

Kini bola panas itu kembali ke tangan Domenech. Ia harus mengembalikan citra mantan juara dunia dan Eropa itu ke masa jayanya. Meski FFF tidak memberikan batas waktu sampai kapan dan apa target yang ditetapkan dalam syaratnya, yang pasti Piala Dunia 2010 akan menjadi pekerjaan rumah selanjutnya bagi sosok penyuka film dan ilmu perbintangan tersebut. (AP, GL/LHW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau