Suriah-Israel Setuju Adakan Perundingan Lagi Akhir Juli

Kompas.com - 04/07/2008, 01:38 WIB

ANKARA, KAMIS - Suriah dan Israel setuju mengadakan perundingan tak langsung babak keempat di Turki pada akhir Juli, kata sebuah sumber pemerintah Turki, Kamis waktu setempat.
       
Kedua negara itu juga setuju mengadakan perundingan babak kelima dan keenam pada Agustus. Mereka akan memutuskan pada pertemuan Juli apakah perundingan Agustus itu akan didakan secara tidak langsung atau langsung, kata sumber itu.

Babak ketiga perundingan mulai dilakukan di Istambul pada Selasa dan berakhir pada Kamis. "Perundingan tersebut kosntruktif dan negara-negara itu mulai berbicara mengenai permasalahan utama," kata sumber itu.
       
Kedua pihak merundingkan nasib Dataran Tinggi Golan, sebuah daerah strategis yang direbut Israel dalam perang 1967 dan yang dituntut Suriah agar dikembalikan.

"Kedua pihak mengulangi lagi keinginan bersama mereka untuk melanjutkan perundingan mereka dan persetujuan melanjutkan pertemuan secara tetap," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

"Perundingan itu berlangsung dalam lingkungan yang konstruktif dan positif," katanya. Presiden Israel Shimon Peres bulan lalu secara terang-terangan mendesak Suriah memasuki perundingan langsung, dengan menyebut contoh mantan Presiden Mesir Anwar Sadat yang mencapai sebuah perjanjian perdamaian dengan negara Yahudi tersebut.
       
Namun, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah mengatakan bahwa perundingan perdamaian langsung dengan Israel tidak mungkin dilakukan sebelum 2009 dan tergantung pada nasib Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, yang didesak mengundurkan diri karena skandal korupsi.

Menurut harian Israel Haaretz, utusan-utusan Israel meyakinkan mitra-mitra runding Suriah bahwa krisis politik seputar Olmert tidak akan mempengaruhi perudingan mereka.

Kedua negara itu mengumumkan pada Mei bahwa mereka telah memulai lagi perundingan perdamaian tidak langsung di bawah penengahan Turki setelah pembekuan delapan tahun.

Perundingan perdamaian menemui kebuntuan pada 2000 terkait dengan masalah Dataran Tinggi Golan, daerah strategis yang direbut Israel dari Suriah dalam perang Arab-Israel 1967 dan dicaploknya pada 1981 dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.
       
Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem mengklaim bahwa Damaskus telah memperoleh komitmen Israel bagi penarikan penuh dari Golan, namun para pejabat Israel belum memberikan komentar mengenai masalah kontroversial itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau