Demi Peran, Alyssa Soebandono Lepas Kawat Gigi

Kompas.com - 04/07/2008, 20:34 WIB

JAKARTA, JUMAT -- Bibir bintang sinetron Alyssa Soebandono akhirnya bisa bergerak bebas. Senyumnya kini mengembang lepas. Apa pasal?    

"Kawat gigi baru aku lepas 1 bulan lalu. Ya, sekarang ngerasa lebih lepas saja. Tapi tetap aja, pakai atau nggak pakai behel (kawat gigi) tetap nyaman kok. Pede-pede aja lagi," ujar Alyssa Soebandono ditemui di lokasi syuting Upik Abu dan Laura di kawasan Cirendeu, Ciputat, kemarin.

Diakui Icha, begitu ia disapa, sudah sejak lama bagian gigi bawahnya dipasang kawat gigi. "Bagian gigi bawah, aku pasang kawat gigi sejak kelas 5 SD sedangkan gigi atas sejak SMP," ungkapnya.

Selama itu, banyak hal yang harus dialaminya karena mengenakan kawat gigi. Beberapa kali behelnya sempat lepas dan tertelan. "Kalau makanan nyangkut, itu sering banget," ujar dara kelahiran Jakarta, 25 Desember 1991.

Soal dilepasnya kawat gigi yang sudah bertahun-tahun terpasang di giginya, kata Icha, lantaran ia sudah merasa giginya sudah rapi. "Gigi yang bawah yang rada berantakan. Tapi sekarang sudah rapi ya aku lepas," katanya.

Kalau pun ada alasan lain, lebih karena tuntutan peran. Di sinetron terbarunya itu, Icha harus berperan sebagai seorang anak kurang mampu. "Agak nggak pas saja kalau peran yang aku mainkan harus pakai kawat gigi. Ya akhirnya aku pilih lepas. Lagian gigi aku sudah rapi," tutup Icha.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau