JAKARTA, SABTU - Tokoh 45 AP Batubara mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangsa dan negara karena dipimpin oleh para pemimpin yang tidak memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara. "Para pemimpin kan hanya mencintai dirinya sendiri. Istrinya aja belum tentu dicintai," ujar AP Batubara seusai menghadiri acara penyerahan buku di Gedung Joeang 45, Sabtu (5/7).
Batubara menilai, kebijakan yang dihasilkan pemerintah tidak banyak yang prorakyat, bahkan cenderung memberatkan. Oleh karena itu, Batubara mengharapkan para pemimpin bekerja untuk kepentingan rakyat yang telah memilih mereka.
"Kalau rakyat yang milih, bekerja untuk rakyat dong. Rakyat hidupnya saja sudah berat, jangan tambah diberatin," ujar Batubara. Kembali pada semangat perjuangan dapat dijadikan sebagai jalan keluar untuk para pemimpin mengerti dan memahami perannya saat ini. Idealismelah yang menjaga semangat meraih kemerdekaan dan mempertahankannya untuk kepentingan yang merata dari Sabang sampai Merauke.
"Idealisme itu jangan lupa karena tanpa itu tidak akan dapat berbuat apa-apa. Itu membentengi kita untuk selalu bekerja untuk kepentingan bangsa," ujar Batubara.
Kekecewaan terhadap pemerintahan sekarang juga dirasakan Ketua Dewan Harian Nasional 45 R Soeprapto. Maraknya kecurangan di tingkat eksekutif, yudikatif, dan legislatif, lumpuhnya institusional dengan pembentukan komisi-komisi, serta parpol-parpol yang makin arogan dengan money-politic dan korupsi. "Oleh karena itu, yang penting adalah gerakan moral, jati diri, semangat kebangsaan, serta mendahulukan kepentingan rakyat banyak," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang