Harga BBM Melangit, Rakyat Malaysia Marah

Kompas.com - 06/07/2008, 16:55 WIB

PETALING JAYA, MINGGU - Ribuan warga Malaysia memprotes kebijakan pemerintah yang terus menaikkan harga BBM. Aksi yang didukung kelompok oposisi itu tetap berlangsung meski terancam dibubarkan polisi karena dianggap ilegal.

Aksi itu dilakukan sekitar 5.000 orang yang berkumpul di sebuah stadion yang berkapasitas 50.000 kursi di Petaling Jaya Selangor, Minggu (6/7). Banyak di antara mereka yang mengenakan bandana merah dan kaus oblong dengan tulisan down di dada sebagai tuntutan penurunan harga BBM.

Pada tengah hari, setelah mendengarkan orasi sejumlah tokoh oposisi yang umumnya meneriakkan slogan "Turunkan harga minyak" dan "Hidup rakyat", sebagian orang meninggalkan stadion. Namun, mereka diperkirakan akan mendengar pidato Anwar Ibrahim, Ketua De Facto Aliansi Rakyat, aliansi tiga partai oposisi.

Selangor dikuasai Aliansi Rakyat yang membolehkan demonstrasi oleh oposisi atau organisasi nonpemerintah. Namun, kepolisian federal tetap melarang aksi itu karena tidak mendapat izin kepolisian. Di Malaysia acara yang melibatkan lebih dari empat orang harus mendapat izin polisi. Namun, aksi Minggu itu berlangsung lancar dan sama sekali tidak terlihat ada polisi di sekitar stadion.

"Rakyat sangat tertekan oleh kenaikan harga minyak. Biaya hidup sangat tinggi. Pemerintah ini telah melupakan rakyatnya," kata S Indran (48), seorang satpam.

Kemarahan rakyat sangat keras terhadap pemerintah federal yang dikuasai Barisan Nasional setelah pemerintah menaikkan harga bensin sebesar 41 persen dan solar sebesar 63 persen bulan lalu. Akibatnya harga makanan pun ikut naik.
      

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau