47.245 Siswa Tak Tertampung SMPN

Kompas.com - 06/07/2008, 20:25 WIB

 

 

JAKARTA, MINGGU - Perjuangan 47.254 lulusan SD di DKI Jakarta dan luar kota masuk SMP negeri di Jakarta kandas karena tidak lulus seleksi tahap I penerimaan siswa baru, Jumat (4/7). Mereka harus berebut bangku pada seleksi tahap kedua berlangsung 9-10 Juli yang daya tampungnya baru diketahui, Selasa (8/7).

"Seleksi ini berdasarkan nilai UASBN (ujian akhir sekolah berstandar nasional) dari tiap SD atau MI," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Saefullah, Minggu (6/7). Jika tidak lulus seleksi tahap kedua, mereka ini tidak punya pilihan lain selain masuk SMP swasta atau madrasah tsanawiyah.

Saefullah mengatakan, mulai tahun pelajaran 2008/2009 PSB SMP negeri di Jakarta menggunakan sistem online. Sampai Jumat (4/7) tercatat sebanyak 120.650 siswa yang mendaftar masuk SMP negeri di Jakarta.

Pada pendaftaran tahap pertama, Rabu (2/7) sampai Jumat tercatat 110.144 siswa dari SD di DKI Jakarta dan 10.506 dari luar kota. Mereka harus berebut 73.405 terdiri 69.710 bangku kosong untuk siswa asal DKI dan 3.695 siswa dari luar Jakarta atau 5 persen dari daya tampung sesuai kuota. Hasil pengumuman ini termuat sejak Sabtu (5/7) pukul 00.00 dalam situs www.psb-smpdki.org.id. Sabtu pagi, hasil seleksi diumumkan manual di setiap SMP negeri

Saefullah mengatakan, siswa yang lulus seleksi tahap I diwajibkan lapor diri mulai Senin (7/7) sampai Selasa (8/7). Mereka yang tidak melapor diri lagi akan dinyatakan gugur. Sementara itu, pedaftaran tahap pertama untuk SLTA negeri di Jakarta berlangsung dari Jumat sampai Senin (7/7). Daya tampung SMA negeri adalah 30.616 dan SMK negeri 15.546. Dari daya tampung itu, sebanyak 5 persen merupakan jatah siswa luar DKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau