TOYAKO, SENIN - Terjepit di antara Hari Kemerdekaan Amerika dan pertemuan puncak G-8, ulang tahun ke-62 George W Bush nyaris tak dirayakan. Namun, para stafnya berupaya keras tidak melewatkan hari bersejarah bagi Presiden AS itu.
Ketika terbang ke Jepang, Minggu (6/7), para penasihat pers Gedung Putih berkumpul di ruang konferensi di pesawat Air Force One yang cahayanya digelapkan. Seorang pramugari menyalakan lilin di kue kelapa. Lalu, Bush dan istrinya, Laura, diundang masuk.
"Surprise! Selamat ulang tahun," teriak mereka bersamaaan. "Secara bertanggung jawab beliau pura-pura terkejut," ujar Dana Perino, Sekretaris Pers Gedung Putih.
Pestanya memang informal, tetapi hadiahnya tidak. Para staf menghadiahinya sebuah kotak hitam yang dibuat dari kayu pohon ek raksasa yang tumbang di halaman Gedung Putih pada 2007. Sebagian dari pohon yang ditanam putri Presiden Benjamin Harrison pada 1892 itu dikirim ke Texas untuk dibuat sebuah kotak berukuran sekitar 21 inci x 18 inci. Di dalamnya tersimpan ucapan dan kartu dari para staf senior Bush.
Ulang tahun Bush sudah diketahui lebih dulu, seperti tahun-tahun sebelumnya, karena pada perayaan Kemerdekaan AS, 4 Juli, semua orang berkumpul di halaman selatan Gedung Putih untuk menyaksikan pesta kembang api.
Bush bukan satu-satunya pemimpin negara G-8 yang berulang tahun bulan Juli. Tuan rumah PM Jepang Yasuo Fukuda dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga lahir bulan Juli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang