New Nissan X-Trail Dengan Lampu Kabut Ganda

Kompas.com - 07/07/2008, 07:07 WIB

 

JAKARTA, SENIN - Mendengar PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mau melaunching X-Trail baru, Kompas.com coba mengontak Teddy Irawan, Deputy Senior Sales & Marketing NMI menanyakan sosok SUV teranyar itu. "Lihat aja X-Trail keluaran Australia, spec dan bentuknya mirip-mirip," jelas Teddy. Dan ketika dibuka lewat internet, ternyata tak ada yang istimewa. Secara keseluruhan, bentuk calon X-Trail baru itu masih sama dengan generasi sebelumnya.

Begitu sampai di Manggala Wanabhakti, tempat New X-Trail di launching, setengah tidak percaya setelah melihat sekitar 11 unit berjajar untuk di tes para jurnalis serta konsumen. Mata saya justru tertuju pada satu unit yang ditata di bawah tenda. Ketika didekati pada bagian belakang, terbaca X-Trail 2.5 XT yang ternyata merupakan Top grid dan termewah dari dua varian lainnya (2.0L dan ST 2.5L) yang diperkenalkan secara bersamaan, Sabtu (5/7) pagi.

Memang, dari sosok bentuk, yang baru dengan generasi sebelumnya masih mirip. Ciri khas  X-Trail terus dipertahankan. "Kami ingin memberi interior yang luas yang sudah menjadi ciri Nissan X-Trail," bilang Chiaki Sumi, Chief Product Specialist of Nissan Motor Co., Ltd.

Yang membedakan dengan XT lama tampak pada bumper depan lebih menonjol dan memiliki rongga udara. Pada kap mesin terdapat lekukkan yang lebar, mungkin ini ada kaitannya dengan desain bumper yang mengutamakan penyelamatan pedestrian. Lampu utama lebih besar dan dilengkapi Bi-Xenon Projector, meski  hanya pada varian XT saja.

Tampilan bodi, gelembung-gelembung di sisi samping yang dipadu gelembungnan spatbor diperbesar dan fender diperkecil, menambah kekar dan elegan tampilan X-Trail XT ini. Trus dilengkapi dengan Roof Rail yang punya keunikan, yakni pada bagian ujung depan dihiasi dengan lampu sorot cukup jauh. Jadi, bagi yang penyuka jalan diperkebunan, pertambangan atau off-road ria, tak perlu memberi lampu sorot tambahan.

Ketika beralih ke belakang, rancangan lampu lebih lebar dan 3D, kemudian ada spoiler di bagian atas. Lampu rem tambahan yang pada generasi sebelumnya berada di kaca dalam, kini terintergrated dengan roof spoiler.

Pada interior, indikator-indikator penunjuk bahan bakar dll yang tadinya di bagian atas pada cluster center, kini dipindahkan di belakang kemudi. Tujuannya, agar konsentrasi pengemudi tetap terjaga. Kisi-kisi AC di sisi kiri dan kanan di desain miring menghadap pengemudi dan penumpang. Keempat kursi dilapisi kulit dan khusus yang XT dilengkapi dengan electric seat. Sementara yang 2.0L dan 2.5 ST terbuat dari bahan kain.

Saat berkendara, pengemudi  bisa melakukan akselerasi tanpa terasa adanya hentakan. Ini dikarenakan X-Trail sudah dilengkapi Xtronic CVTC (Continuosly Variable Valve Timing Control) dan ECCS (Electronic Concentrated Einge Control System) dan merupakan SUV pertama yang memakai teknologi ini. Mungkin juga yang pertama dengan gigi transmisi 6-speed otomatis. Keistimewaan transmisi pada XT dan ST , ketika membutuhkan engine brake dan traksi ekstra, cukup dengan memindahkan tongkat persneling ke kanan bawah.

Pantas saat melakukan akselerasi dengan menginjak pedal gas dalam, tenaga yang dimuntahkan dari mesin 2.488 cc  tetap halus. Begitu juga kala manuver di tikungan, tingkat keolengan bode sangat kecil. Ini dikarenakan sistem suspensi Multi Link pada bagian belakang, sehingga beban terbagi rata ke setiap roda. Dan keolengan yang rendah ditopang oleh sudut peredam kejut yang landai (miring).

Nah, bagi yang penyuka traveling, X-Trail baru ini sangat pas. Karena pada bagian interior belakang terdapat dua kotak (Super Luggage) bisa menyimpan barang-barang. Desain seperti ini belum dipunyai kompetironya seperti Honda CR-V dan Chevrolet Captiva. (SBT)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau