KAU Tuntut G-8 Hapus Utang Indonesia

Kompas.com - 07/07/2008, 14:18 WIB

JAKARTA, SENIN - Koalisi Anti Utang (KAU), Senin (7/7), menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengagendakan tuntutan penghapusan utang Indonesia pada Pertemuan G-8 ke-34 yang berlangsung pada 7-9 Juli 2008 di Danau Toya, Hokaido, Jepang. KAU menyampaikan tuntutannya dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kedutaan Besar Jepang, Jakarta.  

Sekitar 91 persen dari nilai Outstanding Utang Indonesia berasal dari negara-negara yang tergabung dalam G-8, antara lain Perancis, Jerman, Italia, Jepang , Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia dengan nilai Rp 259 triliun.   

Yuyun Harmono, Program Officer KAU, menuntut penghapusan utang Indonesia tanpa syarat.  "Utang tersebut memiskinkan Indonesia dan menyengsarakan rakyat, padahal masyarakat Indonesia tidak menikmati uang tersebut," katanya.  

KAU menyatakan, mekanisme pengurangan utang (debt relief) yang dibuat G-8 tidak menyelesaikan akar permasalahan krisis utang. Mekanisme penghapusan utang sering dipenuhi persyaratan yang menjebak debitur untuk melakukan privatisasi dan liberalisasi di sektor-sektor strategis nasional. (C9-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau