Deplu Kecam Keras Bom Bunuh Diri Dekat KBRI Afghanistan

Kompas.com - 07/07/2008, 20:08 WIB

JAKARTA, SENIN- Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul Afghanistan sementara tidak bisa digunakan karena kondisinya yang tidak memngkinkan setelah terkena imbas ledakan bom bunuh diri di pelataran Kedubes India di Kabul yang berjarak sekitar 10 meter. Terkait peristiwa tersebut, Departemen Luar Negeri mengecam keras pelaku pengeboman.

Demikian dikatakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI Teuku Faizasyah saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/7) sore. Peristiwa tersebut telah menyebabkan dua diplomat Indonesia di Kabul luka ringan, yakni Ahimsa Sukartono dan Abdul Mufti yang saat ini dipindahkan ke Wisma Indonesia dekat KBRI.

"Sementara penanganan yang kita lakukan memindahkan semua orang KBRI ke Wisma Indonesia yang kondisi gedungnya lebih memungkinkan. Saat ini, keamanan di sana juga sudah mulai membaik tetapi tetap waspada," tutur Faizasyah.

"Meski Wisma Indonesia kaca-kaca jendelanya pecah dan jendelanya rusak, tapi masih bisa ditempati dibanding dengan gedung KBRI yang sebagian besar sudah hancur," katanya.

Saat ini, kondisi kedua diplomat tersebut dalam keadaan baik dan sesaat setelah kejadian mereka sudah mengontak istri dan keluarga masing-masing di Indonesia.Dalam insiden tersebut 40 warga sipil tewas, termasuk 3 diplomat India dan 5 orang petugas keamanan yang menjaga KBRI di Kabul.

Pihak Deplu RI juga mengucapkan rasa belasungkawa yang dalam atas tewasnya lima orang polisi beserta komandannya warga negara Afghanistan yang sedang bertugas mengamankan KBRI tersebut.

Mengenai penyebab bom bunuh diri tersebut, pemerintah Afghanistan belum memberi keterangan apapun. "Malam ini baru akan diadakan press briefing di sana untuk menjelaskan detil peristiwa dan mungkin penyebabnya," ujarnya.

Faizasyah juga menuturkan bahwa sebelumnya tidak ada peringatan dari pihak pemerintah setempat mengenai ancaman bom.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau