JAKARTA, SELASA - Sejak pekan lalu PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang telah mengumumkan akan adanya pemadaman listrik secara bergilir di wilayah DKI Jakarta, mulai 11 Juli hingga 25 Juli. Ternyata informasi tersebut tak sampai ke sejumlah pelaku industri rumahan (home industry) di Pusat Industri Kecil Penggilingan, Jakarta Timur.
Saat ditemui Kompas.com, Selasa (8/7) siang, beberapa pelaku industri terkejut. "Ah, masak sih? Kapan? Saya belum dapat informasi. Sekarang sudah sering padam, masih mau dibikin bergilir lagi?," kata Prihatin alias Atin, pengawas Koperasi Kanari, yang merupakan produsen celana jin, Selasa (8/7).
Keterkejutan tak hanya milik Atin. Carka, pengawas pekerja di CV Sefti Collection, juga memberikan ekspresi yang sama. Ia malah bertanya waktu dan seperti apa pola pemadamannya.
Selama ini, menurut dia, tak pernah ada informasi yang diberikan kepada pelaku industri, kapan jadwal pasti pemadaman. "Ini jelas merugikan. Udah dateng ke sini tiba-tiba listrik mati seharian. Kita enggak bisa apa-apa," ujar Carka.
Bagi para pelaku industri rumahan, listrik menjadi satu-satunya andalan. Mereka tak menggunakan genset kala listrik padam. "Kita nggak kaya pabrik-pabrik besar. Listrik mati, habislah kita. Kalau kita dapet informasi, wilayah kita kapan padamnya, berapa jam, mungkin lebih baik ya. Kita bisa antisipasi," kata Carka.
Padahal, menurut pengakuan Atin dan Carka, pekan lalu terjadi pemadaman listrik sebanyak tiga kali. Tak tanggung-tanggung, dari pukul 14.00 hingga 24.00. Akibatnya, produksi mereka mandek dan tidak bisa menyalurkan barang ke para distributor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang