Laporan Wartawan Persda Network Hendra Gunawan
JAKARTA, SELASA - Alasan Uni Eropa yang terus mencari kesalahan Indonesia dalam program peningkatan keselamatan penerbangan membuat bingung Menteri Perhubungan. Padahal, pada 9-11 Juli ini UE akan melaksanakan sidang majelis yang salah satunya membahas nasib larangan terbang bagi maskapai-maskapai penerbangan Indonesia di langit wilayah itu.
Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan siap mengirimkan data-data terkait usaha peningkatan keselamatan "Bahkan kalau mau, dubes-dubes UE bisa lihat sendiri kita bisa kirim data satu kontainer," kata Menhub kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7).
Pada Senin (7/7), dengan inisiatif Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menhub bertemu dengan 19 duta besar UE. Dalam pertemuan tersebut Jusman mengaku mempertanyakan alasan UE yang tidak juga mencabut larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia. Padahal, usaha peningkatan keselamatan telah dilakukan secara maksimal, bahkan salah satu maskapai, Garuda Indonesia, telah mendapat sertifikat IATA Oversight Safety Audit dengan nilai A.
Dalam sidang UE di Brussel, Belgia, tersebut pihak Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno yang diberi waktu pidato di depan sidang pada 10 Juli (hari kedua sidang). Menhub juga meminta agar UE tidak mempermasalahkan formulir data-data dan keterlambatan pengiriman data. Data dikirim tanggal 16 Juni 2008, menurut Jusman waktu tersebut tidaklah terlambat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang