UE Sidang Nasib Maskapai Indonesia, Menhub Siap Kirim Data

Kompas.com - 08/07/2008, 14:20 WIB

Laporan Wartawan Persda Network Hendra Gunawan

JAKARTA, SELASA - Alasan Uni Eropa yang terus mencari kesalahan Indonesia dalam program peningkatan keselamatan penerbangan membuat bingung Menteri Perhubungan. Padahal, pada 9-11 Juli ini UE akan melaksanakan sidang majelis yang salah satunya membahas nasib larangan terbang bagi maskapai-maskapai penerbangan Indonesia di langit wilayah itu.

Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan siap mengirimkan data-data terkait usaha peningkatan keselamatan  "Bahkan kalau mau, dubes-dubes UE bisa lihat sendiri kita bisa kirim data satu kontainer," kata Menhub kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/7).

Pada Senin (7/7), dengan inisiatif Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menhub bertemu dengan 19 duta besar UE. Dalam pertemuan tersebut Jusman mengaku mempertanyakan alasan UE yang tidak juga mencabut larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia. Padahal, usaha peningkatan keselamatan telah dilakukan secara maksimal, bahkan salah satu maskapai, Garuda Indonesia, telah mendapat sertifikat IATA Oversight Safety Audit dengan nilai A.

Dalam sidang UE di Brussel, Belgia, tersebut pihak Indonesia diwakili oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno yang diberi waktu pidato di depan sidang pada 10 Juli (hari kedua sidang). Menhub juga meminta agar UE tidak mempermasalahkan formulir data-data dan keterlambatan pengiriman data. Data dikirim tanggal 16 Juni 2008, menurut Jusman waktu tersebut tidaklah terlambat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau