BANGKOK, SELASA - Sidang kasus korupsi dengan terdakwa mantan PM Thaksin Shinawatra dimulai di Bangkok, Selasa (8/7), hampir dua tahun setelah ia digulingkan lewat kudeta militer.
Thaksin dan istrinya, Pojaman, menghadapi dakwaan terkait jual beli real estate di Bangkok semasa menjabat. Pasangan ini konsisten membantah telah melanggar hukum atas jual beli itu dengan memanfaatkan jabatan. Mereka juga mengatakan pengadilan itu bermuatan politis.
Pasangan yang terancam hukuman penjara cukup lama bila terbukti ini tidak hadir di pengadilan. Namun, pengacaranya memberikan sinyal positif. "Kami yakin bahwa bukti-bukti yang kami ajukan cukup untuk membuktikan bahwa Thaksin dan istrinya tidak bersalah," kata Anek Khamchum, pengacara Thaksin.
Namun, pengadilan menegaskan sikapnya untuk menyelesaikan kasus pertama ini. Sementara, pemerintah mencoba melemahkan kasus ini dengan argumen bahwa badan yang dibentuk militer untuk menyelidiki kasus Thaksin ini tidak punya legitimasi. Namun, pengadilan menolak permohonan pemerintah itu, bahkan mengubah keputusan pemerintah lainnya. Banyak pengamat di Thailand menyebut sikap pengadilan itu sebagai langkah revolusioner.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang