Honda dan Yamaha Siapkan Motor 250 cc

Kompas.com - 09/07/2008, 06:27 WIB

JAKARTA, RABU – Kehadiran Kawasaki Ninja 250 cc menunjukkan pengendara roda dua sudah rindu akan sport rasa moge. Baru berjalan tiga bulan sejak launching, kini sudah 400 unit sampai ke tangan konsumen. Daya tarik tinggi pada Kawak ini, bukan Cuma lantaran dapur pacu seperempat liter dan dua silindernya. Desainnya mengadopsi moge sekelas Kawasaki ZX-6R dan ZX-1000.

“Indonesia pasar potensial. Motor seperti ini cocok dengan kondisi jalan dan karakter orang sini,” jelas Toshio Hyugo, Head Asian Marketing PT Kawasaki Heavy Industry, Jepang.

Sejujurnya, pembuka jalan motor berkapasitas di atas 200 cc adalah Suzuki dengan Thunder 250 yang dilansir menjelang tahun 2000. Sayang, usianya nggak lama dan posisinya diganti Thunder 125 cc pada 2004 lalu. Peralihan ini disadari oleh PT Indomobil Niaga International (IMNI) karena konsumen roda dua lebih doyan jenis sport ber cc kecil.

Suzuki Thunder 250 cc mengandalkan bodi murni sport kota dan distop bukan karena tidak mencapai target. Tapi, bikers tanah air menginginkan lebih. Nggak sekadar dapur pacunya yang seperempat liter. “Desain bodi mesti mewakili CC besar, tapi mesin mudah dikendalikan,” tegas Hyugo.

Contohnya, Ninja 250 cc yang berharga Rp 55 juta menjelang  Agustus, laku bak kacang goreng lantaran bodywork moge sejati, tapi rasa sport kota. Dan putaran mesin halus saat akselerasi. Seandainya bicara harga bisa jadi akan lebih rendah kalau hanyamengandalkan teknologi mesin.

Dari pengalaman itu, Honda sudah siap mengambil ancang-ancang dengan senjata barunya. Konon, September mendatang akan melemparkan motor sport 250 cc. “Pasar 250 cc memang ada, tapi nggak sebesar sportr dengan kapasitas mesin di bawahnya. Honda akan menjual 250 cc, mungkin dengan CBU,” tegas Johannes Loman, Direktur marketing PT Astra Honda Motor (AHM). Kalau diterka-terka, AHM sepertinya akan memasukkan Honda Twister. Mesinnya berteknologi DOHC dan sudah banyak dipakai di Eropa dan Singapura.

Yamaha rupanya juga sudah mempersiapkan diri. Kabarnya, PT YMKI akan menembakkan Fazer 250 ke pasar Indonesia dan sedang diuji kelayakannya. Fazer ini akan melengkapi dominasi pabrikan garputala yang telah memiliki dua motor sport, V-ixion dan Scorpio.

Sang pioner, PT IMNI tampaknya semangat kembali untuk menghidupkan legenda Thunder 250. Malah, infonya mesin Thunder bergaya cruiser. Menngingat varian FXR150 sempat merebut hati konsumen, kemungkinan hadirnya Suzuki GS250F, gabungan Suzuki Bandit plus fairing GSX-R. (Niko)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau