NEW YORK, SELASA - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, menguat pada perdagangan Selasa (8/7) waktu setempat seiring dengan merosotnya harga minyak mentah untuk yang kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut dan membaiknya ekspektasi investor akan adanya bantuan lebih banyak terhadap sistem keuangan AS.
Indeks Dow Jones Industrial melonjak 152,25 poin atau 1,36 persen menjadi 11.383,21. Hal ini merupakan pencapain terbesar dari indeks blue chips ini sejak 13 Juni. Sementara itu, indeks S & P 500 naik 21,39 persen (1,71 persen) pada 1.273,70. Indeks komposit Nasdaq bertambah 51,10 poin (2,28 persen) ke posisi 2.294,42.
Harga minyak mentah melorot 5,33 dollar AS kembali ke posisi 136,04 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange (Nymex). Dengan demikian, dalam dua hari ini harga emas hitam ini merosot hingga 9 dollar AS. Harga komoditas lainnya juga ikut turun.
Sementara itu, pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, Menteri Keuangan AS Henry Paulson, dan CEO JP Morgan Chase & Co Jamie Dimon memberikan par investor keyakinan akan sektor finansial.
Pasar lega mendengar Bernanke menyatakan dalam pidatonya bahwa bank sentral mungkin memperpanjang pemberian talangan kepada bank-bank investasi. Sementara itu, Dimon mengatakan, "Masa depan sangat cerah, tetapi saya kira kita memang menghadapi beberap masalah serius."
Sementara itu, Menkeu Paulson membuat kajian mengenai usaha pemerintah untuk mencegah banyaknya volume penyitaan mortgage yang terjadi akibat krisis kredit tahun lalu. Namun, ia berharap penyitaan terus dilakukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang