Rapat Pansus Hak Angket BBM "Panas"

Kompas.com - 09/07/2008, 11:16 WIB

JAKARTA, RABU - Belum lagi pemilihan ketua Pansus Hak Angket BBM dimulai, para anggota pansus dan Ketua DPR yang menjadi pimpinan rapat sudah ngotot-ngototan.

Sejumlah anggota pansus protes karena Agung sudah ketok palu menyatakan rapat dilakukan secara tertutup. Rapat pemilihan ketua pansus berlangsung di Ruang KK 1, Gedung Bulat DPR, Rabu (9/7). "Kita clear-kan dulu, terbuka dan tertutupnya. Harus tanya ke anggota yang disepakati seperti apa. Bukan tergantung ketua, tapi anggota," kata Rama Pratama dari F-PKS.

Anggota lainnya pun melontarkan hal senada, sahut-menyahut. "Jangan marah-marah dulu lah, masih panjang perjalanan kita. Ya, sudah apakah setuju kalau rapat dilakukan tertutup," kata Agung. "Tidaaaak," jawab sebagian besar anggota pansus. "Apakah rapat ini dinyatakan terbuka," tanya Agung lagi. "Yaaaa," jawab anggota, antusias.

Akhirnya, Agung memutuskan rapat terbuka. Saat ini tengah dilakukan pembahasan mengenai formasi pimpinan pansus yang terdiri atas satu ketua dan empat wakil ketua. Masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya. Pilihannya, lima pimpinan ditentukan berdasarkan proporsional fraksi atau ditentukan melalui musyawarah mufakat. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau