JAKARTA, RABU - Laju Bursa Efek Indonesia tertahan oleh merahnya saham-saham sektor pertambangan sehingga indeks harga saham gabungan atau IHSG yang sempat menembus 2.300 kembali ke bawah level psikologis tersebut. IHSG sesi Rabu (9/7) pagi ditutup naik 10,030 poin atau 0,44 persen ke posisi 2.289,003.
Sementara itu, indikator BEI lainnya berada di posisi beragam. Indeks Kompas100 meningkat 3,282 poin (0,58 persen) ke 564,823. Indeks LQ45 menguat 2,396 poin (0,50 persen) menjadi 482,273. Adapun Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,069 poin (0,26 persen) ke posisi 405,100.
Penguatan indeks sesi pagi ditopang saham-saham sektor perbankan dan industri dasar. Sementara itu, pertambangan tertekan turunnya harga-harga komoditas sektor itu. Perdagangan sesi pagi didominasi oleh 93 saham naik dibandingkan dengan 71 saham turun dan 61 saham stagnan. Adapun volume perdagangan mencapai 1,068 miliar saham dengan nilai Rp 3,053 triliun dari 31.487 transaksi.
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 700 ke Rp 27.250. Bank BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 37.000. Astra International (ASII) menguat Rp 250 ke Rp 19.750. United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 11.650. Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 4.875. Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 7.400.
Sementara itu, yang terpuruk di zona merah antara lain Indo Tambangraya Megah turun Rp 300 ke Rp 31.700. Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 7.300. Antam (ANTM) turun Rp 25 ke Rp 2.950
Adapun indeks bursa regional mayoritas berada di jalur hijau, seperti indeks Nikkei225 Jepang, indeks Hang Seng Hongkong, indeks Strait Times, dan indeks All Ordinaries Australia.
Lalu, indeks Kospi Korsel dan indeks Tertimbang Taiwan harus tergusur ke zona merah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang