Tertahan Pertambangan, IHSG Gagal Tembus 2.300

Kompas.com - 09/07/2008, 12:26 WIB

JAKARTA, RABU - Laju Bursa Efek Indonesia tertahan oleh merahnya saham-saham sektor pertambangan sehingga indeks harga saham gabungan atau IHSG yang sempat menembus 2.300 kembali ke bawah level psikologis tersebut. IHSG sesi Rabu (9/7) pagi ditutup naik 10,030 poin atau 0,44 persen ke posisi 2.289,003.

Sementara itu, indikator BEI lainnya berada di posisi beragam. Indeks Kompas100 meningkat 3,282 poin (0,58 persen) ke 564,823. Indeks LQ45 menguat 2,396 poin (0,50 persen) menjadi 482,273. Adapun Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,069 poin (0,26 persen) ke posisi 405,100.

Penguatan indeks sesi pagi ditopang saham-saham sektor perbankan dan industri dasar. Sementara itu, pertambangan tertekan turunnya harga-harga komoditas sektor itu. Perdagangan sesi pagi didominasi oleh 93 saham naik dibandingkan dengan 71 saham turun dan 61 saham stagnan. Adapun volume perdagangan mencapai 1,068 miliar saham dengan nilai Rp 3,053 triliun dari 31.487 transaksi.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 700 ke Rp 27.250. Bank BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 37.000. Astra International (ASII) menguat Rp 250 ke Rp 19.750. United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 11.650. Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 4.875. Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 7.400.

Sementara itu, yang terpuruk di zona merah antara lain Indo Tambangraya Megah turun Rp 300 ke Rp 31.700. Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 7.300. Antam (ANTM) turun Rp 25 ke Rp 2.950

Adapun indeks bursa regional mayoritas berada di jalur hijau, seperti indeks Nikkei225 Jepang, indeks Hang Seng Hongkong, indeks Strait Times, dan indeks All Ordinaries Australia.

Lalu, indeks Kospi Korsel dan indeks Tertimbang Taiwan harus tergusur ke zona merah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau