Pengusaha Cilacap Butuh Jadwal Pemadaman

Kompas.com - 09/07/2008, 18:03 WIB

 

CILACAP, RABU- Para pengusaha di Kabupaten Cilacap mengaku belum bisa mengalihkan hari efektif produksi dari hari kerja ke hari Sabtu dan Minggu, sesuai permintaan pemerintah. Pengalihan hari kerja itu terkendala karena umumnya mereka belum memperoleh jadwal pemadaman listrik bergilir yang jelas dari PLN setempat.

"Masalahnya yang penting, ada jadwal pemadaman listrik bergilir yang jelas. Kalau jadwalnya sudah jelas, kami pun tinggal menyesuaikan," ucap Direktur Hasil Saw Mill Tatang Julianto di Cilacap, Rabu (9/7).

Untuk mengalihkan hari kerja ke hari Sabtu dan Minggu, menurut Tatang yang menjalankan usahanya di bidang produksi kayu komoditi kualitas ekspor, lebih dari 300 tenaga kerjanya pun tak merasa keberatan. Hal itu karena selama pemadaman listrik bergilir ini, para tenaga kerjanya malah harus menambah biaya ongkos bekerja.

"Kalau tiba-tiba tengah hari listrik padam, mau tidak mau mereka pulang. Pada malam harinya, mereka harus balik lagi ke pabrik untuk mengganti jam kerja mereka di siang hari yang terkendala pemadaman," katanya menjelaskan.

Jadwal pemadaman listrik yang tak jelas, lanjut Tatang, juga menyebabkan proses pengeringan kayu dengan oven listrik menjadi terhambat. Dengan sendirinya, ekspor kayu komoditinya ke sejumlah negara di Asia juga terlambat antara tiga sampai empat hari.

Sebaliknya bagi pengelola pembuatan es balok di Cilacap, pengalihan hari kerja ke Sabtu dan Minggu itu sulit dilakukan lebih disebabkan karena setiap hari nelayan membutuhkan es balok. "Tidak mungkin saya menghentikan produksi pada satu hari, dan beralih ke Sabtu dan Minggu, ucap Kepala Seksi Operasional Pabrik Es Sari Petojo Cilacap," Sugiono.

Menurut dia, hanya pada beban puncak dari pukul 18.00-22.00, produksi pembuatan es balok dihentikan. "Itu pun untuk efisiensi biaya produksi, karena biaya yang dikenakan PLN selama beban puncak mencapai empat kali lipat dari biasanya. Nelayan kan butuh es setiap hari," lanjutnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau