Kereta Sering Terlambat, Penumpang Ngamuk

Kompas.com - 09/07/2008, 18:27 WIB

BEKASI, RABU-  Yessy, salah satu calon penumpang kereta di Stasiun Bekasi mengaku merasa tidak nyaman dan terganggu karena kereta kini sering terlambat. Padahal kereta merupakan sarana transportasi yang paling diandalkan Yessy dan ribuan calon penumpang lainnya. Itu diakui Yessy ketika dia ditemui sedang menunggu tibanya kereta di Stasiun Bekasi, Rabu siang tadi.

Rabu (9/7) pagi tadi, sejumlah penumpang di Stasiun Bekasi sempaty mengamuk akibat keterlambatan kereta. Tiga kaca nako di Kantor Kepal Stasiun Bekasi pecah dilempari batu oleh calon penumpang yang marah lantaran kereta lagi-lagi terlambat. Diperoleh informasi, ribuan calon penumpang KRL ekonomi tujuan Jakarta terpaksa menunggu hingga setengah jam sepanjang Rabu pagi lantaran KRL yang sama namun dari Jakarta belum juga tiba di Stasiun Bekasi.

Menurut jadwal pihak Stasiun Bekasi, KRL ekonomi itu seharusnya sudah diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pukul 08.11 namun sampai pukul 08.40, KRL tersebut belum juga masuk Stasiun Bekasi dari Jakarta.

Sebagian penumpang lantas mencoba menumpang Kereta Api Argogede, yang tiba di Stasiun Bekasi sekitar pukul 08.39 untuk transit sejenak menurunkan penumpangnya. Akan tetapi upaya penumpang itu dihalangi petugas keamanan stasiun karena KA Argogede merupakan kereta eksekutif yang langsung ke Stasiun Gambir, Jakarta.

Tindakan petugas keamanan itu memancing reaksi calon penumpang lain. Terjadi keributan antara calon penumpang dan petugas stasiun. Sejumlah penumpang yang kesal menimpuk kantor kepala stasiun. Akibatnya, tiga lembar kaca nako kantor kepala stasiun itu berantakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau