JAKARTA, RABU - Tak lama terpilih secara demokratis untuk nahkodai pansus angket BBM, Ketua Frkasi PAN DPR, Zulkifli Hasan secara berterus terang menyatakan, belum ada dalam fikirannya untuk melakukan pemakzulan terhadap Presiden SBY dalam melakukan penyelidikan yang akan dilakukan oleh tim pansus angket. Sementara anggota tim pansus angket dari PAN, Drajad Wibowo mengaku gembira sekaligus kecewa lantaran PKB tak masuk dalam unsur pimpinan pansus angket.
"Begitu angket masuk (disetujui DPR) sudah banyak laporan-laporan yang disinyalir soal impor dan ekspor minyak kita. Siapa yang kita anggap perlu akan ajak kerjasama, KPK, BPK, kita welcome termasuk aparat hukum lainnya," kata Zulkifli Hasan, Rabu (9/7) usai rapat pleno yang memutuskan dirinya menahkodai pansus angket BBM.
Tegas dikatakan Zulkifli Hasan pansus angket yang dipimpinnya ini, tidak akan mengarah pada pemakzulan terhadap Presiden SBY. "Tidak akan ada dan angket ini tidak mengarah ke impeachment. Tidak kesitu arahnya. Walapun, angket bisa saja, tapi tidak ke sana," tukasnya.
Sementara anggota pansus angket Drajad Wibowo mengaku senang bercampur gembira atas keputusan akhir ini. Ia mengaku senang karena frkasinya dipilih menahkodai pansus angket. Dan merasa kecewa lantaran Fraksi PKB tak masuk dalam unsur pimpinan pansus angket.
"Sebagai orang PAN, saya senang karena bisa memimpin pansus angket ini. Moga-moga bisa memberikan hasil terbaik. Kalau sampai main-main PAN akan terkena dampaknya. Yang saya kecewa karena PKB tak masuk dalam unsur pimpinan. Bagi saya, PKB yang berhak masuk dalam unsur pimpinan dari pada PPP," sesal Drajad Wibowo.
Drajad menjelaskan, terpilihnya Zulkifli Hasan tak lain karena komporomi yang dilakukan antara PDI Perjuangan dan Golkar. Kedua partai ini, sama-sama sepakat melepas keinginannya untuk memimpin pansus angket sehingga memilih PAN sebagai solusinya. "Hasil kompromi untuk menghindari deadlock," tukas Drajad.
Ketua Fraksi PKB, Effendy Choirie atau Gus Coi kepada wartawan mengaku tidak kecewa, tidak ada anggota frkasinya yang masuk dalam unsur pimpinan. Apa yang sudah dihasilkan, diakuinya sudah sesuai dengan tatib yang ada.
"Ketiga partai yakni, PKB, PAN dan PDIP, merupakan partai pengusul hak angket. Kami sudah sepakat bahwa bila hak angket disetujui, maka fraksi salah satu partai tersebut yang akan menjadi ketuanya. Memang idealnya, fraksi pengusul hak angket yang menjadi ketuanya," kata Gus Coi.
Gus Coi mengaku mendukung Bambang Wuryanto dari PDI Perjuangan karena diharapkan fraksi pendukung hak angket seperti FKB FPDIP dan FPAN akan solid dalam menuntaskan angket BBM ini.
"Akan tetapi, hasilnya beda. Hasil voting akhirnya memilih Zulkifli Hasan, tidak masalah. Yang jelas masih dari fraksi pengusul angket BBM dan masih ada harapan untuk menuntaskan angket BBM ini," tukasnya. (persda network/yat)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang