Pajak Barang Mewah Naik 30 Persen

Kompas.com - 09/07/2008, 20:13 WIB

JAKARTA, RABU - Di tengah himpitan ekonomi, pajak penerimaan barang mewah (PPnBM), ternyata meningkat lebih dari 30 persen  pada triwulan I tahun ini. Konsumsi masyarakat juga mengalami peningkatan, termasuk penjualan mobil dan penggunaan listrik.

"Konsumsi masih kuat pada triwulan II meskipun menunjukkan tren melambat. Pada triwulan I 2008, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6,2 persen," ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (9/7).

Konsumsi rumah tangga tergolong tinggi dilihat dari berbagi indikator. Pertama tingkat pertumbuhan dan penjualan motor serta mobil yang terus meningkat dari 1,45 juta unit di triwulan I 2008 menjadi sekitar 1,6 juta unit di triwulan II 2008. Kedua, indikator penjualan listrik yang tercatat mencapai 30.000 mega watt (MW), jauh di atas realisasi periode yang sama tahun 2007 yang sekitar 29.000 MW.

Ketiga, indikator kredit konsumsi yang dilaporkan meningkat, dari di bawah Rp 300 triliun di triwulan I menjadi di atas Rp 300 triliun di triwulan II 2008. Keempat, indikator penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri dan Pajak atas Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh 48,9 persen di atas penerimaan periode yang sama tahun 2007, yakni dari Rp 58,5 triliun menjadi Rp 87,1 triliun.

"Atas dukungan indikator-indikator tersebut maka konsumsi rumah tangga tumbuh 5,2 hingga 5,3 persen," ujar Sri Mulyani.

Adapun dukungan investasi terhadap perekonomian ditandai dengan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang meningkat tinggi pada triwulan I, kemudian realisasi penjualan semen dalam negeri yang meningkat di sekitar 8 juta-9 juta ton. Kedua indikator ini membuat investasi meningkat 10-4 hingga 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sementara di sisi ekspor, ekspor tumbuh 11,9-12 persen, terutama karena pada triwulan II sangat pesat," jelas Sri Mulyani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau