JAKARTA, RABU - Di tengah himpitan ekonomi, pajak penerimaan barang mewah (PPnBM), ternyata meningkat lebih dari 30 persen pada triwulan I tahun ini. Konsumsi masyarakat juga mengalami peningkatan, termasuk penjualan mobil dan penggunaan listrik.
"Konsumsi masih kuat pada triwulan II meskipun menunjukkan tren melambat. Pada triwulan I 2008, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6,2 persen," ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (9/7).
Konsumsi rumah tangga tergolong tinggi dilihat dari berbagi indikator. Pertama tingkat pertumbuhan dan penjualan motor serta mobil yang terus meningkat dari 1,45 juta unit di triwulan I 2008 menjadi sekitar 1,6 juta unit di triwulan II 2008. Kedua, indikator penjualan listrik yang tercatat mencapai 30.000 mega watt (MW), jauh di atas realisasi periode yang sama tahun 2007 yang sekitar 29.000 MW.
Ketiga, indikator kredit konsumsi yang dilaporkan meningkat, dari di bawah Rp 300 triliun di triwulan I menjadi di atas Rp 300 triliun di triwulan II 2008. Keempat, indikator penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri dan Pajak atas Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh 48,9 persen di atas penerimaan periode yang sama tahun 2007, yakni dari Rp 58,5 triliun menjadi Rp 87,1 triliun.
"Atas dukungan indikator-indikator tersebut maka konsumsi rumah tangga tumbuh 5,2 hingga 5,3 persen," ujar Sri Mulyani.
Adapun dukungan investasi terhadap perekonomian ditandai dengan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang meningkat tinggi pada triwulan I, kemudian realisasi penjualan semen dalam negeri yang meningkat di sekitar 8 juta-9 juta ton. Kedua indikator ini membuat investasi meningkat 10-4 hingga 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sementara di sisi ekspor, ekspor tumbuh 11,9-12 persen, terutama karena pada triwulan II sangat pesat," jelas Sri Mulyani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang