KUNINGAN, RABU - Volume air di Waduk Darma, Kuningan mulai menyurut, hanya tersisa 18,780 juta meter kubik yang harus digunakan untuk memasok kebutuhan air sawah tadah hujan di Cirebon dan Ku ningan hingga bulan September nanti. Meski kekurangan, air tetap disalurkan dengan debit 2,5 meter kubik per detik.
Diakui Kepala Koordinator Waduk Darma Taryono, Rabu (9/7), volume air yang tersisa di Waduk Darma hingga hari ini san gat mengkhawatirkan, hanya 18,780 juta meter kubik. Padahal, kebutuhan air untuk mengairi sekitar 19.000 hektar sawah di Cirebon dan Kuningan, masih sangat banyak.
Terlebih lagi, selama sebulan terakhir belum ada hujan di sekitar Waduk Darma yang hanya mengandalkan hujan sebagai sumber airnya. Sedangkan permintaan air terus meningkat. Akibatnya, debit air yang rencananya selama bulan Juli hanya 1,5-2 meter kubik per detik, terpaksa ditambah menjadi 2,5 meter kubik per detik.
Ada permintaan dari Kuningan dan Cirebon, agar debit airnya ditambah untuk mengejar petani yang akan panen. Jadinya, sejak pertengahan Juni (11 Juni) sampai akhir Juli (31 Juli) debit airnya 2,5 meter kubik per detik, kata Taryono.
Taryono menjelaskan, batas minimal volume air di Waduk Darma 7,5 juta meter kubik, sehingga jika volumenya sudah mencapai 10 juta meter kubik, maka kondisinya sangat kritis. Oleh sebab itu, mulai awal Agustus, debit penyaluran air ke sungai irigasi dikurangi menjadi 1,5 meter kubik per detik.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Bendung Rentang, Majalengka yang debit airnya juga berkurang. Berdasarkan data Balai Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Cimanuk-Cis anggarung, debit air yang masuk ke dalam Bendung Rentang hanya 8,6 meter kubik per detik. Akibatnya, debit air yang disalurkan melalui dua irigasi induknya juga turun, kurang dari 5 meter kubik per detik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang