Produk otomotif China yang diandalkan di pasar ekspor tidak sebatas sedan mini Chery QQ berkapasitas 850 cc. Kendaraan tipe sport utility vehicle Chery Tiggo juga diandalkan untuk pasar ekspor di Eropa hingga Indonesia.
Chery Tiggo di Indonesia bersaing dengan Suzuki Grand Vitara di kelas sport utility vehicle (SUV) 2.000 cc. Harga Tiggo yang dirilis di bawah Rp 150 juta jauh di bawah Grand Vitara yang mencapai Rp 230 juta.
Tiggo memang pendatang baru di Indonesia, tetapi di Eropa Timur seperti di Ukraina dan Rusia, Tiggo sudah menguasai pasar SUV dengan menggeser pemain lama, seperti Lada buatan Rusia dan Skoda buatan Ceko. Bahkan, di Italia, tahun lalu penjualan Tiggo mencapai 2.000 unit.
Tiggo juga dipasarkan di Timur Tengah di negara Teluk hingga Suriah, Lebanon, dan Mesir. Afrika Selatan, Argentina, hingga Singapura. Pihak Chery mengklaim, untuk pasar domestik China, Tiggo mengungguli Honda CRV, Hyundai Tucson, dan KIA Sportage dalam periode 2005-2007.
Chery Tiggo memiliki tiga varian, yakni bermesin 1.600 cc, 2.000 cc, dan 2.400 cc. Asisten Khusus General Manager Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Internasional Chery Automobile Sonja Kurono menjelaskan, mesin yang digunakan adalah tipe Acteco buatan Chery yang dibuat dengan basis pembuatan mesin dari Jerman, Austria, dan Italia.
”Mesin kami menggunakan standar internasional dan berusaha mengejar standar Euro 5 yang disyaratkan Amerika Serikat. Kerja sama diadakan Chery dengan lembaga tepercaya, seperti rumah desain Pininfarina, Fiat, dan Chrysler,” kata Sonja.
Dapat diandalkan
Kualitas mesin, menurut Sonja, dapat diandalkan, setidaknya pihak Fiat telah memesan 100.000 unit mesin Acteco 1.600 cc dan 1.800 cc untuk digunakan produk Fiat di China dan pasar internasional. Ekspor mesin Acteco juga menembus pasar Amerika Serikat yang ketat. Pada tahun 2006 diekspor 10.000 unit mesin dan tahun 2007 ekspor mencapai 20.000 unit mesin.
Sementara untuk pengecatan dikerjakan dengan standar Jerman dan PPG sehingga memiliki standar sama dengan mobil balap yang digunakan untuk lomba Indi 500 di Amerika Serikat. Pelbagai komponen dipasok oleh Magneti Marelli, Bosch, Hella, Siemens, dan Mobil untuk memenuhi regulasi internasional.
Standar Eropa-Amerika Serikat memang lazim digunakan dalam produksi otomotif China. Ketika terjadi isolasi pada era Perang Dingin, hanya dua pabrikan yang bertahan, yakni Volkswagen dan General Motor (GM).
Sonja Kurono menjamin, konsumen Chery Tiggo mendapat layanan profesional. Jaminan hingga tiga tahun atau 100.000 kilometer, layanan darurat 24 jam, perbaikan di rumah, dan pelbagai jaminan diberikan untuk pelanggan Tiggo.
Berbekal mesin 2.000 cc, Tiggo dengan ringan melaju hingga kecepatan 160 kilometer per jam saat dicoba dini hari di Jalan Tol Jagorawi. Saat Tiggo dicoba di lintasan bergelombang pun bantingan tidak terasa, suara mesin dapat diredam sehingga kabin tetap hening.
Meski demikian, Sonja mengakui, sebagai produk baru, keraguan kadang muncul seperti ketika mobil Jepang dan Korea Selatan mulai memasuki pasar Eropa dan Amerika Serikat. Ketika ditanya tentang kemiripan sosok produk Chery dengan beberapa mobil buatan Amerika Serikat atau Jepang, Sonja menerangkan bahwa ketika Ford model T muncul, banyak produsen mobil lain yang membuat mobil yang sepintas mirip secara fisik.
”Hal itu wajar dalam proses evolusi industri, terutama di bidang otomotif. Yang jelas, kami mengupayakan kualitas dan jaminan pascapenjualan agar dipercaya pasar,” kata Sonja.
Eksistensi Tiggo di pasar otomotif mungkin sesuai dengan pepatah Tionghoa yang berbunyi ”wan shi kai dou nan” atau segala sesuatu memang sulit saat dimulai. (Iwan Santosa)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang