Investor Tulen dan Joki

Kompas.com - 10/07/2008, 14:57 WIB

JAKARTA, KAMIS – Tidak seperti hari-hari sebelumnya, hari terakhir penawaran saham perdana PT Adaro Energy berbeda dengan kemarin. Bila pada hari sebelumnya, posisi joki dengan investor pribadi tulen diperlakukan sama dalam satu antrean, pada hari terakhir antrean proses masuk pengambilan dibedakan antara keduanya.

Hal ini diungkapkan Fadhil, salah satu anggota evolution team, event organizer pada acara yang digelar selama tiga hari di Kawasan Semanggi Expo, Jakarta, Kamis (10/7).

Menurutnya, pembedaan antrean digunakan setelah mengamati pelaksanaan penawaran umum perdana saham PT Adaro pada dua hari sebelumnya. "Pembagian antrean tersebut dibuat untuk memudahkan akses bagi investor pribadi yang benar-benar ingin membeli saham PT Adaro untuk mendapatkan akses masuk ruangan penawaran saham PT Adaro,"  kata Fadhil.

"Karena peluang investor pribadi beneran untuk membeli saham PT Adaro lebih meyakinkan dari pada para joki yang juga ikutan antre. Ini tanpa menyepelekan arti mereka," sambung Fadhil.

Baru setelah antrean investor beneran masuk semuanya, baru giliran antrean para joki diperbolehkan masuk, itupun dengan proses seleksi yang ketat. “Standar kita masih sama dengan dua hari sebelumnya untuk joki, buat mereka yang berpakaian rapi saja yang diperbolehkan masuk untuk mengambil formulir. Tapi kalau tidak rapi terpaksa, tidak kita perkenankan masuk," beber Fadhil.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau